Seruyan, Jukung.co.id – Upaya menanamkan kesadaran pajak kepada generasi muda terus digencarkan Direktorat Jenderal Pajak melalui berbagai program edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Tax Goes to School yang digelar KPP Pratama Sampit bersama KP2KP Kuala Pembuang wan KP2KP Kasongan di SMA Negeri 1 Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, baisukan Rabu (20/05/2026).
Mengusung tema “Generasi Muda Sadar Pajak”, kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program inklusi perpajakan nasional sekaligus upaya memperluas literasi perpajakan di kalangan pelajar.
Sejak baisukan, suasana sekolah tampak berbeda. Aula sekolah dipenuhi buhan siswa wan siswi yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan edukasi perpajakan. Kehadiran jajaran pegawai KPP Pratama Sampit, KP2KP Kuala Pembuang, KP2KP Kasongan, buhan guru, serta tenaga pendidik menambah semarak pelaksanaan kegiatan tersebut.
Acara dibuka melalui sambutan Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Sampit, Ahmad Andhika, yang hadir mewakili Kepala KPP Pratama Sampit.
Dalam sambutannya, ia menegaskan membangun budaya sadar pajak perlu dimulai sejak usia sekolah agar tertanam pemahaman wan tanggung jawab sebagai warga negara sejak dini.
Menurutnya, pajak merupakan tulang punggung pembangunan nasional nang hasilnya dirasakan langsung sabarataan warga dalam berbagai sektor kehidupan.
“Pajak memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan nasional, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, generasi muda perlu memahami bila setiap pembangunan yang dinikmati wayahini kada terlepas dari kontribusi pajak yang dibayarkan warga.
Karena itu, edukasi perpajakan sejak dini menjadi investasi penting dalam membangun karakter generasi penerus bangsa yang sadar akan hak wan kewajibannya sebagai warga negara.
Kepala SMA Negeri 1 Kuala Pembuang, Hj. Tuti Sundari, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program edukatif tersebut di sekolah yang dipimpinnya.
Ia menilai kolaborasi antara institusi pendidikan wan Direktorat Jenderal Pajak merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan konsep perpajakan kepada pelajar secara lebih sederhana, aplikatif, wan mudah dipahami.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan wawasan baru gasan siswa terkait pentingnya pajak dalam kehidupan berbangsa wan bernegara. Edukasi nangkaya ini sangat penting gasan membentuk kesadaran sejak dini,” ucapnya.
Menurutnya, pendidikan kada hanya berfokus pada penguasaan akademik semata, tetapi juga pembentukan karakter wan pemahaman terhadap tanggung jawab sebagai bagian dari warga.
Ia berharap program Tax Goes to School dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya peran pajak dalam pembangunan.
Dalam kegiatan tersebut, buhan siswa mendapatkan pemaparan mengenai dasar-dasar perpajakan, fungsi pajak sebagai sumber penerimaan negara, manfaat pajak gasan warga, hingga peran generasi muda dalam mendukung budaya taat pajak di masa depan.
Materi disampaikan secara komunikatif wan interaktif sehingga mampu menarik perhatian buhan peserta.
Buhan siswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari mendengarkan paparan narasumber hingga terlibat dalam diskusi wan tanya jawab.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait bagaimana pajak dikelola negara, manfaat nyata pajak gasan kehidupan sehari-hari, hingga pentingnya kesadaran membayar pajak ketika mereka kelak memasuki dunia kerja atau usaha.
Melalui pendekatan edukatif yang dikemas menarik, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman bila pajak kada sekedar kewajiban administratif, melainkan bentuk kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa.
Program Tax Goes to School juga menjadi bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Pajak dalam memperkuat inklusi perpajakan di sektor pendidikan.
Dengan memperkenalkan konsep perpajakan sejak usia sekolah, DJP berharap lahir generasi muda yang kada hanya memahami fungsi pajak sebagai sumber penerimaan negara, tetapi juga memiliki kesadaran kolektif gasan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.
KPP Pratama Sampit menegaskan akan terus memperluas kolaborasi dengan sekolah-sekolah di wilayah kerjanya sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar pajak sejak dini.
Melalui edukasi berkelanjutan, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi warga negara yang taat pajak, memiliki kepedulian terhadap pembangunan, dan siap berkontribusi aktif gasani kemajuan bangsa di masa depan. (DJP/JCI).












