Wali Kota Turun Tangan, Banjarmasin Tancap Gas Atasi Krisis Ratik

Wali Kota Turun Tangan, Banjarmasin Tancap Gas Atasi Krisis Ratik

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin terus menggenjot percepatan penanganan persoalan ratik yang hingga wayahini masih menjadi tantangan serius di kota seribu sungai ini. Berbagai langkah strategis mulai matan hulu hingga hilir wayahini didorong untuk segera direalisasikan.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menegaskan penanganan ratik kada bisa lagi berjalan secara bertahap, melainkan harus dilakukan secara cepat, terukur, wan menyeluruh.

Hal itu disampaikannya wayah memimpin rapat bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin di Rumah Dinas Wali Kota, tengah hari Kamis (30/04/2026).

“Penanganan ratik ini harus segera dipercepat, kada hanya matan hulu ke hilir, tetapi juga menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab ditutupnya TPA Basirih,” tegasnya.

Menurut Muhammad Yamin, persoalan ratik di Banjarmasin kada hanya berkaitan dengan volume, tetapi juga sistem pengelolaan yang harus dibenahi secara menyeluruh, termasuk pada aspek teknis di tempat pemrosesan akhir.

Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah TPA Basirih yang sebelumnya ditutup akibat sejumlah temuan, termasuk persoalan pengelolaan limbah.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyatakan pihaknya siap menjalankan berbagai program yang telah dirancang, khususnya yang menyasar penanganan ratik matan sumbernya.

“Sesuai arahan Wali Kota, kami akan segera melaksanakan program yang telah disusun, terutama dalam pengelolaan ratik matan hulu. Kami juga tengah menyiapkan sejumlah Peraturan Wali Kota gasan mendukung hal tersebut,” ujarnya.

Ichrom Muftezar menjelaskan, salah satu langkah prioritas adalah mempercepat penyelesaian temuan teknis yang menjadi penyebab utama penutupan TPA Basirih, yakni terkait sistem pemisahan banyu hujan wan banyu lindi.

“Kami akan melakukan akselerasi terhadap penyelesaian pemisahan banyu hujan lawan banyu lindi, karena ini menjadi salah satu faktor utama yang harus segera ditangani,” jelasnya.

Selain pembenahan teknis, Pemko Banjarmasin juga mulai mengarah pada penggunaan teknologi dalam pengelolaan ratik sebagai solusi jangka menengah wan panjang.

Beberapa opsi teknologi telah diajukan nang wayahini dalam tahap pembahasan untuk segera diimplementasikan.

“Kami sudah mengusulkan beberapa teknologi yang dinilai cocok gasan kondisi Banjarmasin, wan insyaallah akan segera dianggarkan, terutama dalam rangka penanganan kedaruratan ratik,” tambahnya.

Langkah percepatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menciptakan sistem pengelolaan ratik yang lebih modern, efektif, wan berkelanjutan.

Dengan kombinasi penanganan matan sumbernya, pembenahan di TPA, serta pemanfaatan teknologi, diharapkan persoalan ratik yang selawas ini menjadi sorotan dapat segera teratasi.

Pemerintah kota juga menekankan pentingnya peran serta warga dalam mendukung upaya tersebut, terutama dalam hal pemilahan wan pengurangan ratik matan rumah tangga.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, warga, wan sektor swasta diharapkan mampu menciptakan perubahan signifikan dalam pengelolaan ratik di Banjarmasin. (EPW/JCI).

Exit mobile version