Reses DPRD Ungkap Masih Ada Sekolah Belum Tersentuh Program MBG

Reses DPRD Ungkap Masih Ada Sekolah Belum Tersentuh Program MBG

Banjarmasin, Jukung.co.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selawas beberapa bulan di Banjarmasin ternyata belum sepenuhnya menjangkau seluruh sekolah. Hal ini terungkap dalam kegiatan reses Anggota DPRD Banjarmasin matan Fraksi Partai Gerindra, Hari Kartono, di kawasan Jalan Jahri Saleh, Komplek Pandam Arum Blok D, Jalur 4, RT 37, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, kamarian Jumat (03/04/2026).

Dalam pertemuan tersebut, saurang warga yang juga berprofesi sebagai tenaga pendidik menyampaikan aspirasi terkait belum diterimanya program MBG di SD Negeri Sungai Jingah 6 Banjarmasin. Sekolah yang berlokasi di Jalan Jahri Saleh, Komplek Pandan Arum Gang Mulia RT 14 Kecamatan Banjarmasin itu hingga wayahini balum mendapatkan distribusi makanan bergizi gratis, meskipun program tersebut telah berjalan cukup lawas di sekolah lain.

Tenaga pendidik tersebut mengungkapkan, kondisi ini menimbulkan pertanyaan matan buhan peserta didik yang menantikan program tersebut. Bahkan, kuwitan siswa turut mempertanyakan kapan sekolah mereka akan menerima bantuan makanan bergizi gratis.

Menurutnya, sebagian besar peserta didik di sekolah tersebut berasal matan keluarga kurang mampu, sehingga dinilai sangat layak menjadi penerima manfaat program MBG. Hingga wayah ini, pihak sekolah masih menunggu realisasi distribusi matan program tersebut.

Ia juga menambahkan, pihak sekolah sebenarnya siap untuk menjemput atau mengambil langsung bantuan makanan bergizi gratis apabila diperlukan, mengingat lokasi sekolah yang berada di dalam gang. Namun demikian, hingga wayahini bantuan tersebut belum juga diterima.

Aspirasi ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti, mengingat program MBG memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik, khususnya gasan mereka yang berasal matan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Banjarmasin, Hari Kartono, menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait gasan memastikan distribusi program MBG dapat berjalan merata.

Ia menegaskan setiap peserta didik memiliki hak yang sama mendapatkan manfaat matan program nasional tersebut, tanpa terkecuali, termasuk sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran.

Menurutnya, kondisi geografis atau lokasi sekolah kada seharusnya menjadi penghalang dalam penyaluran program. Terlebih lagi, jika mayoritas peserta didik berasal matan keluarga kurang mampu, maka seharusnya menjadi prioritas dalam penerimaan bantuan.

Hari Kartono memastikan permasalahan ini akan segera disampaikan kepada instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti secepatnya. Ia berharap distribusi program MBG ke depannya dapat lebih merata wan tepat sasaran.

Melalui temuan dalam reses ini, diharapkan pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG agar kadada lagi sekolah yang tertinggal dalam menerima manfaatnya. Pemerataan program dinilai menjadi kunci utama agar tujuan peningkatan gizi wan kesejahteraan peserta didik dapat tercapai secara optimal. (HNG/JCI).

Exit mobile version