Penanggulangan Ratik Jadi Fokus Utama Reses DPRD Banjarmasin

Penanggulangan Ratik Jadi Fokus Utama Reses DPRD Banjarmasin

Banjarmasin, Jukung.co.id – Permasalahan ratik kembali menjadi perhatian serius dalam agenda reses Anggota DPRD Banjarmasin masa sidang I tahun 2026//  Kali ini/ fokus utama diarahkan pada upaya penanggulangan ratik berbasis warga, dimulai matan lingkungan rumah tangga.

Anggota DPRD Banjarmasin matan Fraksi Partai Gerindra, Hari Kartono, menegaskan pentingnya peran aktif warga dalam mengelola ratik sejak dari sumbernya. Hal tersebut ia sampaikan usai melaksanakan kegiatan reses di kawasan Jalan Jahri Saleh, Komplek Pandam Arum Blok D, Jalur 4, RT 37, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, kamarian Jumat (03/04/2026).

Menurutnya, edukasi kepada warga terkait pemilahan ratik harus terus digencarkan. Ia menilai, kesadaran warga dalam memilah ratik organik wan nonorganik masih perlu ditingkatkan agar volume ratik yang berakhir di wadah pembuangan sementara (TPS) dapat dikurangi secara signifikan.

Dalam kegiatan reses tersebut, sosialisasi yang dilakukan kada hanya bersifat imbauan, tetapi juga memberikan pemahaman praktis kepada warga mengenai cara memilah ratik matan rumah. Ratik organik nangkaya sisa makanan wan daun-daunan dapat diolah menjadi kompos, sementara ratik nonorganik nangkaya kertas, kardus, wan botol plastik memiliki nilai ekonomi jika dikumpulkan wan dijual.

Hari Kartono juga mendorong warga yang tergabung dalam agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk lebih aktif wan konsisten dalam memberikan edukasi kepada warga. Peran agen 3R dinilai strategis sebagai ujung tombak dalam mengubah pola pikir warga terhadap ratik.

Ia menekankan sosialisasi kada hanya dilakukan wayah reses, melainkan juga harus berlanjut dalam setiap kesempatan pertemuan dengan warga. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, diharapkan pemahaman warga terhadap pengelolaan ratik semakin meningkat.

Selain itu, ia juga mengingatkan pengelolaan ratik yang baik kada hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan warga. Tumpukan ratik yang kada terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

Hari Kartono berharap/ semakin intensifnya edukasi wan keterlibatan warga, maka lingkungan permukiman di Banjarmasin dapat terbebas matan permasalahan ratik yang selawas ini menjadi persoalan. Upaya ini juga sejalan dengan visi pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan yang barasih, sehat, wan berkelanjutan. (HNG/JCI).

Exit mobile version