Masjid Al Jihad Banjarmasin Konsisten Bagikan 2.000 Porsi Bubur Gratis Selawas Ramadan

Masjid Al Jihad Banjarmasin Konsisten Bagikan 2.000 Porsi Bubur Gratis Selawas Ramadan

Banjarmasin, Jukung.co.id – Suasana Ramadan di Masjid Al Jihad Banjarmasin tetap semarak memasuki sepuluh hari kedua bulan suci 1447 Hijriah. Ribuan jamaah kembali memadati aula masjid untuk mengikuti tradisi berbuka puasa bersama yang telah berlangsung puluhan tahun.

Sejak pukul 16.00 WITA, para relawan dan pengurus masjid mulai bersiap. Deretan termos besar berisi bubur ayam tertata rapi, sementara meja-meja dipenuhi kurma, teh hangat, banyu mineral, serta aneka wadai khas Banjar. Aroma bubur yang gurih menyambut jamaah yang berdatangan dari berbagai penjuru kota.

Bagi sebagian warga, berbuka di Masjid Al Jihad sudah menjadi agenda rutin setiap Ramadan. Salah satunya Ahul, yang mengaku hampir setiap tahun menyempatkan diri datang bersama keluarga.

“Kalau Ramadan, biasanya sempatkan ke sini. Buburnya punya rasa khas, beda dengan yang lain. Katanya ada juga nasi sop Banjar di hari tertentu, tapi belum sempat coba,” ujarnya, kamarian Selasa (03/03/2026).

Ia juga menilai, tahun ini pengaturan jamaah terasa lebih tertib dan pelayanan lebih terorganisir dibanding tahun sebelumnya.

Ketua Masjid Al Jihad, Taufik Hidayat, mengatakan program berbuka puasa ini diberi nama MBG atau Makan Bubur Gratis. Tradisi tersebut sudah berjalan selawas 32 tahun dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari Ramadan.

“Setiap hari kami menyiapkan sekitar 30 termos bubur. Satu termos bisa lebih dari 75 porsi. Totalnya lebih dari 2.000 porsi bubur setiap hari,” jelasnya.

Proses memasak dilakukan di dapur khusus yang berada di area masjid, melibatkan relawan yang bekerja sejak baisukan. Selain bubur, panitia juga menyiapkan minuman serta makanan ringan untuk memastikan kebutuhan berbuka jamaah terpenuhi.

Menurut Taufik Hidayat, program ini terlaksana berkat dukungan donatur dan partisipasi masyarakat yang secara konsisten membantu setiap tahun.

Tidak hanya berbuka puasa, pengurus Masjid Al Jihad juga menyiapkan makan sahur bagi jamaah yang bermalam di masjid. Pada hari-hari biasa Ramadan, panitia menyediakan sekitar 300 porsi sahur per malam.

Namun memasuki malam ke-21 Ramadan, jumlah tersebut meningkat drastis hingga mencapai sekitar 2.000 porsi. Lonjakan ini seiring bertambahnya jamaah yang melaksanakan iktikaf pada sepuluh malam terakhir.

Tradisi berbagi di Masjid Al Jihad tidak hanya menjadi tempat melepas lapar dan dahaga, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan dan solidaritas sosial. Di tengah lantunan doa dan azan Magrib yang berkumandang, ribuan jamaah menikmati hidangan sederhana dengan penuh rasa syukur.

Konsistensi selawas lebih dari tiga dekade menjadikan Masjid Al Jihad tetap sebagai salah satu pusat kegiatan Ramadan yang paling dinantikan warga Banjarmasin setiap tahunnya. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *