KKB Pusat Konsisten Isi Ramadan dengan Tadarus dan Khatam Al-Qur’an

KKB Pusat Konsisten Isi Ramadan dengan Tadarus dan Khatam Al-Qur’an

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pengurus Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Pusat terus menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara konsisten. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi tadarus Al-Qur’an hingga khatam Al-Qur’an yang digelar setiap hari sepanjang Ramadan.

Program ini merupakan inisiatif Ketua KKB Pusat, Yuni Abdi Nur Sulaiman, yang juga dikenal sebagai Founder YN’S Center. Kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin tahunan sebagai upaya mengisi Ramadan dengan amalan ibadah sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.

Pada Ramadan tahun ini, kegiatan tadarus menghadirkan Grup Tadarus Al Ikhlas Banjarmasin, kamarian Senin (02/03/2026). Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema khidmat, mengiringi suasana kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausyiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Mochamad Mobarok.

Ketua Harian KKB Pusat, Hairudinor, menjelaskan pada kesempatan kali ini pihaknya secara khusus mengundang pengurus KKB Banjarmasin Utara untuk hadir dan bersilaturahmi bersama.

“Kegiatan ini merupakan program rutin dari Ketua KKB Pusat yang dilaksanakan setiap Ramadan. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota dan pengurus,” ujarnya.

Menurutnya, Safari Ramadan internal organisasi seperti ini bukan hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kebersamaan keluarga besar Bakumpai.

Tidak sekadar berbuka puasa bersama, rangkaian acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang ditargetkan hingga khatam sesuai program Ramadan yang telah dicanangkan sejak awal bulan suci.

Dalam tausiahnya, Ustadz Mochamad Mobarok menekankan nilai ibadah puasa setiap orang berbeda-beda, tergantung pada integritas dalam menjalankannya. Ia mengingatkan puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga hati, niat, pandangan, dan ucapan.

“Allah SWT mengetahui apa yang ada di hati kita. Maka yang berhak menilai puasa seseorang hanyalah Allah,” ujarnya.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan, siapa pun yang menjalankan ibadah dengan iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka dosa-dosa masa lalunya akan diampuni. Namun sebaliknya, ada pula orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan haus karena tidak disertai nilai keikhlasan dan integritas.

Menurutnya, puasa adalah ibadah yang sangat menekankan ketulusan hati, niat yang bersih, serta sikap rendah hati tanpa kesombongan. Segala sesuatu yang ada dalam diri manusia, baik niat maupun perbuatan, memiliki nilai di sisi Allah SWT.

Rangkaian kegiatan Ramadan KKB Pusat kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dan sholat Magrib berjamaah. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa kental, mencerminkan semangat ukhuwah yang terus dijaga oleh keluarga besar KKB. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *