Banjarmasin, Jukung.co.id – Arus kedatangan jamaah Haul ke-6 K.H. Ahmad Zuhdiannor atau yang dikenal sebagai Guru Zuhdi terus mengalir dari berbagai penjuru daerah, kamarian Sabtu (14/02/2026). Tidak hanya jalur darat, jalur sungai menjadi salah satu akses utama yang dipadati rombongan jamaah.
Pantauan di Dermaga Surgi Mufti menunjukkan puluhan kelotok atau perahu bermesin bersandar silih berganti. Sejak tengah hari hingga menjelang senja, perahu-perahu tersebut datang membawa jamaah dari berbagai kabupaten/kota, baik dari dalam maupun luar Kota Banjarmasin.
Beberapa kelotok bahkan terlihat harus antre untuk merapat ke dermaga. Sementara lainnya masih tampak berlayar perlahan menyusuri sungai, membawa rombongan yang ingin mengikuti haul ulama kharismatik tersebut.
Salah satu jamaah asal Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Usup, mengaku telah berangkat bersama rombongan sejak sehari sebelumnya. Mereka memilih jalur sungai sebagai akses utama menuju lokasi haul.
“Ada dua kelotok yang berangkat dari Amuntai, kami sama-sama berangkat kamarian Jumat ,” ujarnya.
Bagi Usup, ini merupakan kali ketiganya menghadiri haul melalui jalur banyu. Ia menilai perjalanan menggunakan kelotok lebih praktis dan nyaman, sekaligus menghindari potensi kemacetan di jalur darat yang biasanya terjadi saat momentum haul.
“Kami memang biasa menggunakan kelotok saja, karena lebih mudah dan juga menghindari macet di jalan,” jelasnya.
Meski demikian, ia berharap fasilitas dermaga ke depan dapat diperluas agar jamaah tidak berdesakan ketika tiba bersamaan.
“Semoga ke depannya dermaga di sini bisa lebih besar lagi, sehingga tidak berdesak-desakan saat jamaah datang. Karena setiap tahunnya jamaah yang hadir terus bertambah,” harapnya.
Koordinator Lapangan Zona Banyu, Akhdiat Yoshida, mengatakan pihaknya telah bersiaga sejak pukul 11.00 Wita untuk mengatur arus kedatangan jamaah melalui jalur sungai.
“Sejak baisukan tadi para jamaah sudah mulai berdatangan,” ungkapnya.
Menurutnya, jumlah jamaah yang datang melalui jalur banyu tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan pelaksanaan haul sebelumnya. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, panitia telah menyiapkan lima titik dermaga sebagai lokasi sandar kelotok sekaligus titik evakuasi apabila diperlukan.
Ia menjelaskan, kawasan sekitar Dermaga Surgi Mufti menjadi titik tumpu utama kedatangan jamaah dari luar Banjarmasin, seperti Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kabupaten Banjar, Kapuas, serta sejumlah daerah lainnya.
Tradisi datang ke haul melalui sungai bukanlah hal baru bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Sungai sejak lawas menjadi urat nadi transportasi dan aktivitas sosial warga. Momentum haul Guru Zuhdi kembali memperlihatkan peran vital jalur banyu dalam mendukung mobilitas ribuan jamaah.
Menjelang malam, arus kedatangan diperkirakan masih akan terus berlangsung. Panitia bersama aparat gabungan tetap bersiaga untuk memastikan kelancaran dan keselamatan jamaah yang datang melalui jalur sungai.
Dengan jumlah jamaah yang terus meningkat setiap tahunnya, pelaksanaan Haul ke-6 Guru Zuhdi kembali menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap ulama yang semasa hidupnya dikenal melalui dakwah dan majelis taklimnya. (EPW/JCI).













