Banjarmasin, Jukung.co.id – Kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Selatan masa bakti 2026–2031 resmi dilantik. Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB yang dibacakan oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid.
Dalam susunan kepengurusan yang baru, Cucun Ahmad Syamsurijal dipercaya sebagai Ketua DPW PKB Kalimantan Selatan, Hilyah Aulia sebagai Sekretaris, dan Hasanuddin sebagai Bendahara. Prosesi pelantikan dan pengukuhan kepengurusan tersebut dirangkai dengan kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang digelar di Hotel Fugo, Jalan A Yani Paal 2,5, Kecamatan Banjarmasin Tengah, tengah hari Rabu (11/02/2026).
“Pelantikan ini menjadi tanda dimulainya penataan struktur PKB di Kalimantan Selatan, mulai dari DPW, DPC, PAC, hingga ranting. PKB selawas ini mengandalkan kekuatan struktur sebagai fondasi utama dalam mencapai target-target politik,” ujarnya.
Menurut Jazilul Fawaid, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar secara kultural sebagai basis PKB. Oleh karena itu, konsolidasi organisasi dan kedisiplinan kader menjadi kunci penting untuk memperkuat posisi partai di daerah.
“Untuk jangka pendek, DPP menargetkan struktur partai hingga tingkat kecamatan dan ranting bisa terisi secara lengkap. Struktur yang kuat akan menjadi penopang kemenangan PKB di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Ia menyampaikan, kepengurusan baru menerima mandat dari DPP untuk menata organisasi secara profesional, sesuai dengan konsep manajemen partai yang telah disiapkan secara nasional.
“Intinya kami menerima penugasan ini dan akan menjalankan roda organisasi PKB di Kalimantan Selatan sesuai dengan konsep manajemen partai yang telah ditetapkan oleh DPP,” ujarnya.
Selain menjaga capaian yang telah diraih sebelumnya, Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bila PKB Kalsel menargetkan peningkatan perolehan kursi di seluruh tingkatan legislatif pada pemilu mendatang.
“Target kami, insya Allah PKB kembali meraih dua kursi DPR RI dari Kalimantan Selatan. Di tingkat provinsi, kursi yang sebelumnya meningkat dari lima menjadi enam harus kembali bertambah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja-kerja nyata partai di tengah masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Konsolidasi struktur, pembenahan basis data kader dan pemilih, serta penguatan pelayanan sosial menjadi prioritas utama kepengurusan ke depan.
“Kerja partai harus terukur. Data harus diperkuat, pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan. Dengan begitu, PKB bisa menjaga sekaligus mengembalikan kepercayaan publik,” pungkasnya. (EPW/JCI).
