Banjarmasin, Jukung.co.id – Malam Nisfu Sya’ban dimanfaatkan umat Islam sebagai momentum spiritual untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak doa menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Pada malam pertengahan bulan Sya’ban ini, umat Islam meyakini Allah SWT melimpahkan rahmat serta ampunan-Nya kepada hamba-hamba yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri melalui doa dan ibadah.
Momentum penuh keberkahan tersebut dimanfaatkan warga Gang Tiram 16, Jalan Teluk Tiram, Kelurahan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Barat, dengan menggelar sholat berjamaah di rumah bersama keluarga, malam Selasa (02/02/2026). Suasana ibadah berlangsung khidmat, hangat, dan sarat nilai kebersamaan antaranggota keluarga.
Tidak hanya dilakukan di masjid dan musholla, pelaksanaan sholat berjamaah di rumah menjadi pilihan sebagian masyarakat sebagai sarana mempererat ikatan kekeluargaan. Pada malam Nisfu Sya’ban itu, warga melaksanakan berbagai sholat sunnah, di antaranya sholat Hajat, sholat Taubat, sholat Tasbih, serta sholat Hadiah yang diniatkan untuk mendoakan sanak keluarga yang telah meninggal dunia.
Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali, disertai dzikir dan doa bersama. Doa-doa dipanjatkan sebagai wujud permohonan ampunan, keberkahan hidup, serta harapan agar dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan dalam keadaan sehat dan penuh keimanan.
Salah satu warga, Tri, mengatakan malam Nisfu Sya’ban memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam. Ia menilai malam tersebut sebagai waktu yang tepat untuk bermuhasabah dan memperbanyak doa.
“Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam yang penuh keberkahan. Kami sholat dan berdoa bersama berharap keberkahan yang luas dari Allah SWT, memohon kesehatan, rezeki, serta keselamatan agar bisa kembali bertemu bulan suci Ramadan,” ujar Tri usai pelaksanaan ibadah.
Menurutnya, tradisi sholat berjamaah di malam Nisfu Sya’ban sudah menjadi kebiasaan keluarga yang dilakukan secara turun-temurun setiap tahun. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat ikatan emosional antaranggota keluarga.
“Sholat berjamaah di malam Nisfu Sya’ban ini rutin kami lakukan bersama keluarga besar di rumah, supaya rasa kekeluargaan semakin terasa dan anak-anak juga belajar tentang nilai ibadah sejak dini,” tambahnya.
Usai rangkaian ibadah, kegiatan ditutup dengan makan bersama keluarga. Hidangan khas seperti ayam masak habang dan masak bistik disajikan sebagai menu kebersamaan, menambah kehangatan suasana malam Nisfu Sya’ban di lingkungan keluarga tersebut.
Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, warga berharap nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kekeluargaan dapat terus terjaga, sekaligus menjadi bekal menyambut datangnya bulan suci Ramadan. (EPW/JCI).













