Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat layanan kesehatan dasar bagi masyarakat sebagai langkah strategis menghadapi pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan pelayanan medis. Pada tahun 2026, fokus utama diarahkan pada pembangunan Puskesmas Rawat Inap di kawasan Sungai Andai yang diproyeksikan akan meningkat status menjadi Rumah Sakit (RS) Tipe D.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, mengatakan pembangunan fasilitas kesehatan merupakan upaya jangka panjang untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin memperkuat layanan kesehatan dari tingkat dasar melalui pendekatan preventif dan promotif. Harapannya, tidak semua pasien harus langsung tertuju ke rumah sakit besar, sehingga pelayanan bisa lebih merata dan optimal,” ujarnya, baisukan Senin (19/01/2026).
Ia menjelaskan, kawasan Sungai Andai dipilih sebagai prioritas karena jumlah penduduknya yang hampir mencapai 50.000 jiwa. Berdasarkan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes), rasio ideal pelayanan kesehatan adalah satu tempat tidur untuk setiap 1.000 penduduk.
“Jika penduduk sudah mendekati 50 ribu jiwa, maka idealnya tersedia rumah sakit. Untuk RS Tipe D, standarnya minimal memiliki 50 tempat tidur,” jelasnya.
“Di tahun 2026 fokus kita pembangunan fisik terlebih dahulu. Kemudian pada 2027 layanan rawat inap mulai dioperasikan. Setelah itu, dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, akan dilakukan pengembangan fasilitas, penambahan sumber daya manusia, serta pengisian alat kesehatan untuk memenuhi syarat peningkatan status menjadi RS Tipe D,” paparnya.
Selain Sungai Andai, Pemko Banjarmasin juga menyiapkan rencana penambahan Puskesmas Rawat Inap di sejumlah wilayah strategis lainnya pada periode 2027 hingga 2028. Beberapa kawasan yang masuk dalam perencanaan antara lain Kelayan Timur, Sungai Bilu, dan Alalak Selatan.
“Target besar kami adalah memiliki lima Puskesmas Rawat Inap yang tersebar merata di seluruh penjuru Kota Banjarmasin, sehingga akses layanan kesehatan semakin dekat, cepat, dan terjangkau oleh masyarakat,” tambahnya.
Melalui pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan, Pemko Banjarmasin berharap kualitas layanan kesehatan masyarakat dapat terus meningkat, sekaligus mendukung sistem pelayanan kesehatan yang lebih berimbang antara layanan primer dan rumah sakit rujukan. (EPW/JCI).
