Dampingi Wapres Tinjau Lokasi Banjir, Gubernur Kalsel Pastikan Bantuan Terdata per Rumah

Dampingi Wapres Tinjau Lokasi Banjir, Gubernur Kalsel Pastikan Bantuan Terdata per Rumah

Balangan, Jukung.co.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya memastikan penanganan banjir dilakukan secara terukur, transparan, dan berbasis data lapangan. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin saat mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka meninjau posko pengungsian, dapur umum, serta kawasan terdampak banjir di Kabupaten Balangan dan Kabupaten Banjar, Kamis (08/01/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur H. Muhidin menyampaikan bahwa penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir tidak dilakukan secara umum, melainkan melalui pendataan rinci per rumah untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.

“Pendataan kita lakukan per rumah, bukan hanya per kepala keluarga. Ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih dan semua warga terdampak mendapat haknya secara adil,” ujar H.Muhidin di sela peninjauan.

Saat ini, Pemprov Kalsel telah menyiapkan dapur umum yang melayani sekitar 300 jiwa atau 105 kepala keluarga pengungsi. Setiap hari, dapur umum memproduksi kurang lebih 7.000 porsi makanan yang didistribusikan secara rutin pada siang dan malam hari, baik melalui sistem pengantaran langsung ke titik terdampak maupun dibagikan dalam bentuk paket makanan.

Gubernur menyebutkan, kehadiran Wakil Presiden di lokasi banjir menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Kalimantan Selatan yang sedang menghadapi bencana.

“Kunjungan ini sangat berarti bagi warga. Kehadiran Wakil Presiden memberikan semangat sekaligus memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat saat menghadapi musibah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur H. Muhidin juga menekankan pentingnya respons cepat dan kesiapsiagaan aparat di lapangan. Ia meminta BPBD dan seluruh unsur terkait untuk memastikan jalur komunikasi dengan masyarakat berjalan optimal.

“Nomor layanan harus aktif 24 jam. Setiap laporan warga harus segera ditindaklanjuti, baik terkait bantuan, evakuasi, maupun kondisi darurat lainnya,” tegasnya.

Selain penanganan darurat, Gubernur memaparkan sejumlah langkah strategis jangka menengah dan panjang untuk mengurangi risiko banjir berulang. Upaya tersebut mencakup normalisasi dan pelebaran sungai, pengecekan kedalaman alur banyu, serta koordinasi dengan balai teknis guna melakukan pengerukan pada titik-titik sungai yang mengalami pendangkalan.

“Kita juga siapkan konsep pembangunan rumah shelter atau rumah panggung dua lantai di wilayah rawan banjir. Ini menjadi solusi agar warga tetap aman ketika banjir kembali terjadi,” tambahnya.

Terkait kondisi cuaca, Gubernur menyebutkan meski prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat, beberapa hari terakhir wilayah Kalimantan Selatan relatif cerah. Ia berharap kondisi tersebut dapat mendukung percepatan penanganan banjir dan pemulihan aktivitas masyarakat.

“Kita terus berupaya maksimal, dibarengi doa agar cuaca bersahabat dan kondisi segera membaik,” pungkasnya. (MC Kalsel/JCI).

Exit mobile version