Banjarmasin, Jukung.co.id – Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarmasin memasuki babak baru. Sebanyak 7.500 siswa kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar dijadwalkan menerima vaksin DBD mulai Januari 2026. Program ini menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam menekan angka kasus DBD, khususnya pada kelompok usia anak sekolah.
Pelaksanaan vaksinasi tersebut didukung hibah sekitar 30 ribu dosis vaksin dari perusahaan farmasi Takeda, yang juga dialokasikan untuk beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Jakarta dan Palembang. Sedangkan Banjarmasin menjadi salah satu daerah prioritas karena termasuk wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Kalimantan Selatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Banjarmasin, Emma Ariesnawati menyatakan kesiapan jajarannya untuk melaksanakan program vaksinasi tersebut sesuai dengan standar dan prosedur yang telah ditetapkan.
“Tujuan vaksinasi ini adalah melindungi anak-anak dari infeksi virus dengue dengan meningkatkan sistem imun, sehingga dapat menurunkan risiko DBD, terutama mencegah gejala berat, komplikasi seperti syok, dan rawat inap,” ujarnya, tengah hari Selasa (06/01/2026).
Vaksin DBD akan diberikan sebanyak dua kali suntikan, dengan jarak tiga bulan antar dosis. Setelah vaksinasi, kondisi kesehatan anak akan dipantau secara berkala selawas tiga tahun untuk memastikan keamanan dan efektivitas perlindungan yang diberikan.
“Sosialisasi sudah kami lakukan. Tinggal pelaksanaan vaksinasi yang direncanakan pada minggu kedua atau ketiga Januari ini. Ada 80 SD di Banjarmasin yang terlibat, dengan total sasaran 7.500 anak,” jelasnya.
Emma Ariesnawati menambahkan, meskipun kasus DBD di Kalimantan Selatan menunjukkan tren penurunan signifikan pada tahun 2025, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Data Dinas Kesehatan mencatat, pada tahun 2024 terdapat 3.236 kasus DBD dengan 16 kematian di Kalsel. Sementara hingga 10 November 2025, jumlah kasus turun menjadi 460 kasus dengan satu kematian.
“Penurunannya cukup besar, namun pola penyebaran penyakit masih sama. Karena itu, langkah pencegahan seperti vaksinasi ini menjadi sangat penting,” tegasnya.
Melalui program vaksinasi DBD ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi anak-anak sekolah sekaligus memperkuat strategi pencegahan DBD secara menyeluruh, yang juga tetap didukung dengan pemberantasan sarang nyamuk dan perilaku hidup bersih dan sehat. (EPW/JCI).
