Gol Rizky Pora Antar Barito Putera Tekuk Persiku 1-0, Laskar Antasari Kian Kokoh di Puncak Grup 2

Gol Rizky Pora Antar Barito Putera Tekuk Persiku 1-0, Laskar Antasari Kian Kokoh di Puncak Grup 2

Banjarmasin, Jukung.co.id – PS Barito Putera sukses mengamankan tiga poin penting setelah menaklukkan tamunya Persiku Kudus dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan Pegadaian Championship Grup 2 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, kamarian Senin (05/01/2026). Gol semata wayang dicetak Rizky Pora pada menit ke-54.

Sejak peluit awal dibunyikan, Barito Putera langsung tampil menekan. Bermain di hadapan ribuan pendukung setianya, Laskar  Antasari mengambil inisiatif serangan melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan dari kedua sisi sayap. Namun, rapatnya pertahanan Persiku membuat sejumlah peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol.

Persiku Kudus tidak sepenuhnya bertahan. Tim tamu beberapa kali mencoba mencuri peluang lewat skema serangan balik cepat. Meski demikian, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat upaya Persiku belum membahayakan gawang Barito Putera.

Hingga akhir babak pertama, meski wasit memberikan tambahan waktu dua menit, skor tetap bertahan 0-0. Dominasi penguasaan bola Barito belum mampu memecah kebuntuan, sementara Persiku disiplin menjaga organisasi pertahanan.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan Barito Putera meningkat. Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54. Rizky Pora melepaskan sepakan keras dari dalam kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Persiku, Nuri Agus Wibowo. Gol tersebut disambut gemuruh ribuan suporter dan membawa Barito unggul 1-0.

Usai gol, Barito Putera beberapa kali mendapatkan peluang untuk menggandakan keunggulan. Namun, penyelesaian akhir yang belum sempurna membuat skor tidak berubah.

Situasi berubah pada menit ke-73. Rizky Pora harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah wasit mengganjarnya kartu habang akibat pelanggaran sikutan terhadap pemain Persiku. Barito Putera pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Dalam kondisi kekurangan pemain, Barito Putera memilih bermain lebih disiplin dan menurunkan garis pertahanan, sambil mengandalkan serangan balik cepat. Sementara itu, Persiku Kudus yang unggul jumlah pemain meningkatkan intensitas serangan dan mencoba menekan lewat duel-duel keras di lini tengah.

Wasit memberikan tambahan waktu cukup panjang, yakni 10 menit, di babak kedua. Meski Persiku terus berupaya menyamakan kedudukan, solidnya pertahanan Barito Putera membuat skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Barito Putera, Stefano “Teco” Cugurra mengakui, posisi timnya di puncak klasemen membuat lawan cenderung bermain lebih defensif dan ekstra hati-hati.

“Masalahnya mungkin kita main lawan tim yang pakai tiga center back. Lawan bertahan dengan banyak pemain di belakang, jadi kita butuh support lebih dari lini tengah, kombinasi yang lebih dekat, dan penetrasi ke dalam area,” ujar Stefano “Teco” Cugurra usai pertandingan.

Menurutnya, situasi tersebut sangat terasa pada babak pertama. Meski menguasai permainan, Barito Putera kesulitan menembus blok pertahanan rendah Persiku yang kerap diisi lima pemain di area bertahan.

“Di babak pertama kita cukup kesulitan. Tapi di babak kedua kita langsung koreksi, kita atur lagi cara main, dan pertandingannya jadi lebih bagus,” tambahnya.

Stefano “Teco” Cugurra mengungkapkan, skema tiga bek yang diterapkan Persiku bukan hal baru sepenuhnya, meski memiliki tantangan tersendiri.

“Saya sudah nonton beberapa pertandingan Persiku. Ini pertama kali mereka main pakai tiga bek lawan kita. Tapi sebelumnya kita juga pernah lawan tim lain yang pakai sistem sama,” jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya kesiapan taktis tim menghadapi berbagai pendekatan permainan, terutama karena semakin banyak tim diprediksi akan menerapkan strategi bertahan saat menghadapi Barito Putera.

Di sisi lain, pelatih Persiku Kudus, Bambang Pujo Sumantri menilai, pertandingan berlangsung menarik meski timnya harus pulang tanpa poin.

“Pertandingan enak ditonton, stadion full, masyarakat Banjarmasin lawas tidak menyaksikan pertandingan di stadion ini, namun ada beberapa kali keputusan wasit dinilai terlambat,” ucapnya.

Tambahan tiga poin membuat Barito Putera semakin kokoh di puncak klasemen sementara Pegadaian Championship Grup 2 dengan koleksi 34 poin. Kemenangan ini juga memperpanjang catatan tidak terkalahkan Barito Putera menjadi enam pertandingan beruntun.

Sementara itu, kekalahan ini membuat Persiku Kudus masih tertahan di papan bawah klasemen Grup 2 dengan raihan 8 poin, jumlah yang sama dengan PSIS Semarang, yang pada laga terpisah berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Persipal Palu. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *