Banjarmasin, Jukung.co.id – Pameran tunggal bertajuk “Rindang Banua” karya maestro seni rupa Kalimantan Selatan, Misbach Tamrin, resmi dibuka di Gedung Warga Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan, kamarian Ahad, 23 November 2025. Pameran yang digelar 23 November–02 Desember 2025 ini menghadirkan 21 lukisan yang memvisualkan lanskap Banua, karakter masyarakat, hingga pengalaman hidup sang seniman.
Pembukaan dilakukan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Hadeli Rosyaidi, mewakili Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra. Pameran yang digagas UPTD Taman Budaya Kalsel ini menjadi salah satu agenda seni rupa terbesar di penghujung tahun.
Karya yang dipamerkan merupakan gabungan antara 14 lukisan terbaru tahun 2025 serta sejumlah karya lawas Misbach Tamrin yang dibuat dari 1977 hingga 2007. Keberagaman rentang waktu menghasilkan variasi bentuk, warna, dan pendekatan visual yang menampilkan perkembangan panjang sang perupa dalam berkarya.
Acara pembukaan turut dihadiri kurator Hajriansyah, Kurator Galeri Nasional Dio Pamola, para seniman Kalimantan Selatan, dan perupa dari Yogyakarta. Momentum ini sekaligus menandai peresmian kembali Gedung Warga Sari setelah menjalani renovasi ruang pamer.
Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyaidi, menegaskan pameran tunggal ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap seniman lokal yang konsisten berkarya. “Karya-karya Misbach Tamrin membawa kekhasan Banua. Pemerintah berharap pameran ini menginspirasi para seniman lainnya untuk terus menghidupkan budaya daerah,” ujarnya.
Ia juga mendorong seniman Kalimantan Selatan memanfaatkan Gedung Warga Sari sebagai ruang ekspresi dan publikasi karya.
Anggota DPRD Kalsel, Muhammad Ilham, menyampaikan kekagumannya terhadap karya sang maestro. “Karya beliau sangat luar biasa. Harus dipromosikan ke tingkat nasional bahkan internasional. Seni lukis membutuhkan kreativitas, ketekunan, dan imajinasi yang kuat. Generasi muda perlu belajar dari sosok seperti Misbach Tamrin,” jelasnya.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, menyatakan renovasi gedung membawa standar baru bagi penyelenggaraan pameran seni di provinsi ini.
“Kami bersyukur kini memiliki ruang pamer yang mendekati standar galeri seni rupa. Ada pengunjung dari luar daerah yang hadir di pembukaan, ini menunjukkan daya tariknya,” ucapnya.
Suharyanti menegaskan UPTD Taman Budaya siap memfasilitasi seluruh perupa se-Kalsel yang ingin menggelar pameran ke depan.Di usia 84 tahun, Misbach Tamrin tetap menunjukkan konsistensinya sebagai seniman produktif. Ia menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah dan komunitas seni sehingga pameran ini dapat terlaksana. “Pameran ini adalah perjalanan hidup saya dalam seni rupa. Semoga memberi manfaat dan inspirasi bagi banyak orang,” ungkapnya.
Ia menambahkan seluruh karya yang ditampilkan memiliki makna tersendiri, tanpa membeda-bedakan karya lama atau baru. Kurator Galeri Nasional, Dio Pamola, menilai keberadaan Misbach Tamrin sebagai aset penting dunia seni rupa Indonesia.
“Karya-karyanya menunjukkan dinamika perjalanan seorang seniman besar. Lukisan dari tahun 1977 hingga karya terbaru merekam perubahan visual dan pengalaman hidup beliau,” jelasnya.
Dio Pamola menyebut semangat Misbach Tamrin untuk tetap berpameran pada usia mendekati 85 tahun merupakan sesuatu yang patut diapresiasi.
Pameran “Rindang Banua” diharapkan menjadi ruang edukasi, apresiasi, dan refleksi bagi masyarakat serta menjadi penggerak frekuensi kegiatan seni di Taman Budaya Kalimantan Selatan. (HNG/JCI).












