Tren Kemenangan Barito Putera Terhenti, Persela Curi Poin Penuh di Demang Lehman

Tren Kemenangan Barito Putera Terhenti, Persela Curi Poin Penuh di Demang Lehman

Banjarmasin, Jukung.co.id – Langkah gemilang Barito Putera di Pegadaian Championship Liga 2 2025/2026 akhirnya terhenti. Tim kebanggaan Kalimantan Selatan itu harus mengakui keunggulan tamunya, Persela Lamongan, dengan skor tipis 0–1 pada laga pekan keenam yang berlangsung di Stadion Demang Lehman, Martapura, kamarian Sabtu (18/10/2025).

Gol tunggal kemenangan Laskar Joko Tingkir dicetak gelandang asing mereka, Jonathan Bustos, pada menit ke-62. Sepakan keras pemain asal Argentina itu tidak mampu dijangkau kiper Barito dan menjadi satu-satunya gol yang tercipta sepanjang laga.

Meski kalah, Barito Putera tampil dominan sejak menit awal. Anak asuh Stefano “Teco” Cugurra menguasai jalannya pertandingan dengan pressing tinggi dan tempo cepat. Beberapa peluang emas sempat lahir dari kaki Rafli Mursalim dan Bagus Kahfi, namun solidnya lini belakang Persela serta penampilan gemilang sang kiper Mario Londok membuat bola tidak juga bersarang di gawang tim tamu.

Pertahanan Persela tampil disiplin dan rapat. Bahkan, meski Barito Putera unggul dalam penguasaan bola, tim tuan rumah tidak mampu memecah kebuntuan hingga peluit akhir berbunyi.

Drama terjadi di menit-menit akhir ketika Esteban Vizcarra harus menerima kartu merah langsung dari wasit pada masa tambahan waktu (90+2’). Namun meski bermain dengan 10 pemain, Persela tetap mampu menjaga keunggulan hingga laga usai.Pelatih sementara Persela, Ragil Sudirman, mengaku bangga atas kerja keras anak asuhnya. “Saya berterima kasih kepada seluruh pemain. Mereka tampil fight selawas 90 menit dan disiplin menjalankan instruksi. Sejak di Balikpapan, kami sudah tekankan pentingnya mental saat bermain di luar kandang. Kalau mental tidak bagus, hasil maksimal tidak mungkin bisa dicapai,” ujar Ragil Sudirman usai pertandingan.

Kapten Persela Lamongan Beto Goncalves menuturkan rasa leganya bisa bermain dan membantu tim meski belum pulih sepenuhnya dari cedera. “Sebelumnya cedera saya cukup parah, bahkan sempat tidak bisa main. Tapi saya paksa, minum obat penahan nyeri supaya bisa bantu tim. Puji Tuhan, kami bisa dapat tiga poin penting,” ucap pemain veteran 44 tahun itu dengan nada emosional.Dari kubu Barito Putera, asisten pelatih Isnan Ali mengakui permainan timnya tidak berjalan sesuai rencana. “Emosi pemain terpancing strategi lawan, membuat ritme permainan tidak stabil. Selain itu, absennya pelatih kepala di pinggir lapangan juga berpengaruh pada komunikasi tim. Kami akan segera evaluasi dan perbaiki untuk laga berikutnya,” jelasnya.

Kekalahan ini menghentikan catatan impresif lima kemenangan beruntun Barito Putera di awal musim. Meski demikian, Laskar Antasari masih memimpin klasemen sementara Grup B dengan 15 poin, unggul selisih gol dari PSS Sleman.

Tambahan tiga poin bagi Persela membuat mereka naik ke peringkat empat klasemen dengan torehan 10 poin, menandai kebangkitan Laskar Joko Tingkir setelah sempat terseok di awal kompetisi. (HNG/JCI).

Exit mobile version