Banjarmasin, Jukung.co.id – Ratusan muslimah memenuhi Masjid Ar Rahim, Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara, baisukan Senin (29/09/2025), untuk mengikuti Kajian Inspiratif Muslimah yang digagas Majelis Tabligh dan Ketarjihan Aisyiyah Ranting Ar Rahim Banjarmasin 3 bekerja sama dengan Sahabat Dakwah Almahyra.
Acara yang menghadirkan Bunda Hj. Dewi Yull, penyanyi era 80-an yang kini aktif berdakwah, serta Ustadz Hilman Abu Attaqy, M.D., berlangsung penuh kehangatan. Mengangkat tema “Jembatan Surga Bernama Mertua”, kajian ini tidak hanya memberikan pencerahan rohani, tetapi juga diwarnai aksi sosial berupa penggalangan dana pembangunan masjid dan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Bunda Dewi Yull membagikan pengalaman pribadi membesarkan empat anak, dua di antaranya hidup dengan disabilitas. Kisah perjuangan itu menjadi pelajaran berharga tentang keteguhan iman dan rasa syukur.
“Allah menitipkan anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ada yang sempurna, ada yang dengan keterbatasan. Semua harus kita syukuri. Anak saya Surya, meski tuli, justru diberi jalan untuk mengenyam pendidikan tinggi hingga kini mengajar di luar negeri,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak melukai batin anak dengan kemarahan di depan umum. “Didik anak dengan kelembutan. Mereka belajar dari sikap kita, bukan hanya dari ucapan,” ujarnya.
Di tengah derasnya arus teknologi, Bunda Dewi Yull menekankan perlunya membangun akhlak dan adab sebagai pondasi utama pendidikan. “Ilmu tanpa adab tidak ada artinya. Akhlak harus menjadi benteng keluarga muslim di era modern,” pesannya.
Menurutnya, semua yang dimiliki manusia hanyalah titipan Allah. “Anak, harta, jabatan, semuanya bisa hilang dalam sekejap bila Allah berkehendak. Maka jangan pernah merasa memiliki sepenuhnya,” tambahnya.
Suasana kajian sempat haru ketika seorang muslimah disabilitas tuli bernama Vani hadir dengan menumpang jukung. Kehadirannya menjadi inspirasi tersendiri bagi peserta. Bunda Dewi Yull pun memberikan apresiasi hangat atas semangat Vani menuntut ilmu meski dalam keterbatasan.
“Semoga semangat beliau menjadi teladan bagi kita semua. Jangan pernah menyerah dalam menuntut ilmu, karena Allah akan selalu memberi jalan,” ujarnya.
Vani yang datang menggunakan jukung demi mengikuti acara, menjadi sorotan jamaah dan menghadirkan rasa kagum serta inspirasi bagi ratusan muslimah yang hadir. Kehadiran Vani menegaskan, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menuntut ilmu dan aktif dalam kegiatan keagamaan.
“Semangat Vani luar biasa. Dia hadir meskipun dengan keterbatasan, ini menjadi teladan bagi kita semua bila ilmu dan ibadah tidak mengenal batas,” ujar Bunda Hj. Dewi Yull, penyanyi era 80-an yang juga pendakwah dan narasumber dalam kajian.
Kajian bertajuk “Jembatan Surga Bernama Mertua” ini menghadirkan pesan moral tentang ketekunan, kesabaran, dan pentingnya mendidik anak dengan adab yang baik. Namun, kehadiran Vani menambahkan dimensi inspiratif yang nyata, menunjukkan bagaimana seseorang dapat ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial dan spiritual meski memiliki keterbatasan fisik.
Ketua Aisyiyah Ranting Ar Rahim Banjarmasin 3, Marsiah, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme jamaah. “Ini bukti jika dakwah bisa dikemas dengan inspirasi dan keteladanan. Kehadiran Bunda Dewi Yull dan Ustadz Hilman Abu Attaqy memberi warna baru bagi majelis kami,” ucapnya.
Sekretaris Aisyiyah Ranting Ar Rahim, Wida Gerhana, menilai latar belakang kehidupan Bunda Dewi Yull dapat memberi kekuatan baru bagi para ibu. “Banyak di antara jamaah yang juga menghadapi ujian keluarga. Kehadiran beliau memberi semangat untuk lebih ikhlas dan tabah,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya kajian ini, Aisyiyah berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai sarana memperkuat iman, ukhuwah, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat muslimah Banjarmasin. (HNG/JCI).












