Yogyakarta Bersiap Jadi Tuan Rumah TKTB XXV 2026, Angkat Konsep Pasar Kangen hingga Orkestra

Yogyakarta Bersiap Jadi Tuan Rumah TKTB XXV 2026, Angkat Konsep Pasar Kangen hingga Orkestra

Banjarmasin, Jukung.co.id – Setelah suksesnya penyelenggaraan Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia XXIV tahun 2025 di Kalimantan Selatan, tongkat estafet kini resmi berpindah ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada tahun 2026 mendatang, Yogyakarta akan menjadi tuan rumah TKTB XXV, yang diharapkan semakin memperkuat komitmen nasional dalam menggali potensi seni dan budaya daerah.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersiap menjadi tuan rumah Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia ke-XXV tahun 2026. Ajang bergengsi tahunan yang mempertemukan insan seni budaya Nusantara itu akan dikemas dengan konsep khas Yogyakarta, sekaligus menegaskan peran Taman Budaya sebagai motor penggerak pelestarian seni di daerah.

Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Purwiati, menyampaikan Taman Budaya harus dilihat sebagai langkah strategis untuk pengembangan dan pelestarian kebudayaan. Karena itu, ia mendorong seluruh Taman Budaya di Indonesia agar berkomitmen menggali potensi seni yang dimiliki daerah masing-masing.
“Setiap daerah memiliki kekayaan budaya yang unik. Komitmen untuk terus menggali potensi lokal inilah yang akan menjaga keberagaman dan memperkuat identitas bangsa,” tegas Purwiati, malam Rabu (16/09/2025).

Sebagai tuan rumah, UPTD Taman Budaya Provinsi Yogyakarta telah merancang sejumlah agenda untuk memberikan pengalaman berbeda bagi peserta maupun penonton. Salah satu yang disiapkan adalah Pasar Kangen, event khas Yogyakarta yang menghadirkan kuliner tempo dulu, kerajinan tradisional, serta suasana nostalgia yang lekat dengan budaya lokal.

Selain itu, Yogyakarta juga menyiapkan pentas musik orkestra kolaboratif yang diharapkan menjadi ruang apresiasi bersama bagi seluruh Taman Budaya di Indonesia. Menurut Purwiati, konsep ini diangkat untuk menegaskan, seni bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga relevan dengan generasi masa kini.
“Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Kolaborasi orkestra ini akan menjadi bentuk penghargaan sekaligus inspirasi dalam mengembangkan seni budaya di seluruh daerah,” jelasnya.

Purwiati turut mengapresiasi penyelenggaraan TKTB XXIV tahun 2025 di Kalimantan Selatan yang dinilai sukses dan tertata baik. Menurutnya, perkembangan dan pelestarian seni yang ditampilkan para peserta luar biasa dan akan menjadi bahan inspirasi untuk penyelenggaraan di Yogyakarta.
“Progres penampilan di Kalsel sangat bagus, baik dari sisi penggalian maupun pengembangan seni budaya. Itu menjadi motivasi bagi kami agar TKTB 2026 lebih bermakna,” tambahnya.

Meski 2026 menjadi momentum penting, ini bukan kali pertama Yogyakarta dipercaya menjadi tuan rumah TKTB. Sebelumnya, pada tahun 1996, ajang yang sama pernah digelar di kota budaya tersebut. Dengan demikian, TKTB XXV akan menjadi kedua kalinya Yogyakarta menjadi tuan rumah setelah hampir tiga dekade.
“Ini bukan yang pertama, tapi setelah 30 tahun lebih, kesempatan ini kembali datang. Kami berkomitmen menyambutnya dengan persiapan matang,” jelasnya.

Ketua Forum Taman Budaya se-Indonesia, Ary Herianto, menilai setiap penyelenggaraan TKTB menunjukkan perkembangan signifikan. Ia berharap jumlah peserta dan kualitas penampilan di Yogyakarta tahun depan bisa lebih meningkat.
“Setiap tahun pergelarannya semakin bagus. Harapan kami, lebih banyak Taman Budaya yang ikut serta dan menampilkan karya terbaiknya di TKTB XXV,” ujarnya.

Dengan berpindahnya tongkat penyelenggaraan dari Kalimantan Selatan ke Yogyakarta, TKTB XXV tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan antar daerah. Lebih dari itu, perhelatan ini diyakini akan menumbuhkan kesadaran bersama bila Taman Budaya merupakan wadah penting bagi generasi muda untuk berkarya, belajar, dan mencintai kebudayaan bangsa. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *