Rakor TKTB XXIV: Dorong Taman Budaya Jadi Simpul Kreativitas dan Ekonomi Kebudayaan

Rakor TKTB XXIV: Dorong Taman Budaya Jadi Simpul Kreativitas dan Ekonomi Kebudayaan

Banjarmasin, Jukung.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Kalsel menggelar rapat koordinasi bersama kepala taman budaya peserta Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia ke-XXIV, baisukan Senin (15/09/2025). Pertemuan yang berlangsung di Hotel Aria Barito, Jalan MT Haryono, Banjarmasin Tengah ini menjadi momentum penting membahas arah masa depan taman budaya di Indonesia.

Dalam forum tersebut hadir Direktur Bina SDM Lembaga dan Pranata Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, serta Kabag Program dan Anggaran, Zamrud Setya Negara. Keduanya menegaskan perlunya taman budaya tampil bukan hanya sebagai panggung seni, tetapi juga sebagai rumah kreatif, ruang layanan publik, sekaligus generator ekonomi budaya di era mendatang.

Irini Dewi Wanti menekankan, pelayanan publik adalah tolok ukur utama keberhasilan taman budaya. Ia mengingatkan bahwa masyarakat yang datang tidak hanya ingin menonton pertunjukan, tetapi juga merasakan pengalaman budaya yang bermakna.
“Taman budaya adalah rumahnya para seniman. Masyarakat datang mencari kesenangan dan pengalaman. Karena itu, pagelaran sekecil apapun harus berkualitas dan konsisten agar memberi kesan positif dalam pelestarian kebudayaan,” ucapnya.

Irini Dewi Wanti juga menyebut pentingnya dukungan dana untuk menjaga keberlanjutan. “Soal anggaran memang relatif. Namun pemerintah harus memberi stimulus melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik, agar taman budaya tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berinovasi,” ujarnya.

Kabag Program dan Anggaran, Zamrud Setya Negara, menegaskan taman budaya tidak akan mampu berkembang jika berjalan sendiri. Ia menilai perlunya kolaborasi penuh antara pemerintah, seniman, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Taman budaya bukan hanya soal sarana prasarana, tetapi sistem timbal balik. Mulai dari fasilitas sederhana seperti panggung dan toilet, hingga program yang melibatkan pelaku budaya sebagai ujung tombak pertumbuhan,” jelasnya.

Menurut Zamrud Setya Negara, arah pembangunan taman budaya ke depan harus mencakup tiga dimensi: kualitas seni, keberlanjutan ekonomi, dan reputasi daerah.
“Pelaku budaya adalah energi utama yang menumbuhkan taman budaya. Kontribusi mereka harus diintegrasikan dalam sistem yang berkelanjutan. Dari situlah tumbuh ekosistem budaya yang kuat, berdampak pada ekonomi kreatif, pariwisata, hingga branding daerah,” tegasnya.

Rakor ini meneguhkan semangat bersama, taman budaya tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga pusat inovasi budaya yang mampu menjawab tantangan zaman digital dan ekonomi kreatif di masa depan. Dengan visi itu, taman budaya diharapkan tampil adaptif—menghadirkan panggung luring yang hidup sekaligus mengoptimalkan platform daring untuk menjangkau publik yang lebih luas.

“Taman budaya maju bersama kita, bersama pelaku budaya, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya,” pungkanya. (HNG/JCI).

Exit mobile version