Banjarmasin, Jukung.co.id – Bagi Helminawati, payung kembang bukan sekadar hiasan tradisi, melainkan bagian dari hidupnya. Lebih dari 20 tahun ia tekun merangkai kembang demi kembang hingga akhirnya berhasil meraih juara pertama pada Lomba Payung Kembang yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Kalsel, baisukan Ahad (14/09/2025).
Perajin asal Kelurahan Pengambangan, Banjarmasin Utara, itu tampil berbeda dengan karya payung kembang lima tingkat. Keputusannya bukan tanpa alasan. “Persyaratan minimal dua tingkat, tapi saya sengaja membuat lima tingkat karena sering digunakan pada acara khataman Al-Qur’an. Alhamdulillah, waktu tiga jam cukup untuk menyelesaikannya,” ujarnya dengan mata berbinar.
Dari segi penilaian, karyanya unggul dengan 786 poin, mengalahkan Masitah di posisi kedua (758 poin) dan Norjenah di posisi ketiga (714 poin).
Ketua Dewan Juri, Siti Wasilah, mengapresiasi kreativitas para peserta, termasuk Helminawati. Menurutnya, para perajin tetap mampu berkreasi meski menghadapi lonjakan harga kembang seperti melati, mawar, dan kenanga. “Karya mereka luar biasa. Harapannya, lomba ini bisa berkembang dan diikuti perajin dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel,” ucapnya.

Helminawati mengaku, apa yang dicapainya adalah buah dari ketekunannya menjaga tradisi yang diwariskan turun-temurun. “Saya sudah menekuni payung kembang lebih dari dua dekade. Semoga lomba seperti ini bisa rutin digelar supaya tradisi Banua tidak hilang,” ucapnya penuh harap.

Selain juara utama, panitia juga menobatkan juara harapan 1, harapan 2, dan juara favorit melalui voting masyarakat di media sosial. Para pemenang mendapat trofi dan duit pembinaan sebagai bentuk apresiasi. (HNG/JCI).












