Pekanbaru, Jukung.co.id — Provinsi Kalimantan Selatan tampil memukau dalam ajang Pekan Melayu Budaya Serumpun 2025 yang digelar di Pekanbaru, Provinsi Riau. Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 7 hingga 11 Agustus 2025 ini menjadi ajang pertemuan budaya, pertukaran ide, serta promosi kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia dan negara serumpun Melayu.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalimantan Selatan hadir bersama rombongan Dewan Kesenian Kalimantan Selatan untuk mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan oleh panitia. Pada 8 hingga 9 Agustus 2025, perwakilan Kalsel mengikuti Simposium Budaya Melayu, membahas isu-isu pelestarian budaya di tengah arus globalisasi, penguatan identitas daerah, serta peluang kolaborasi antardaerah dan antarnegara yang memiliki akar budaya serumpun.

Puncak penampilan Kalsel terjadi pada Pawai Budaya yang digelar pada 10 Agustus 2025. Dalam kesempatan ini, Kalimantan Selatan menampilkan proses upacara pengantin Banjar, sebuah warisan adat yang kaya simbol dan makna. Penampilan ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, UPTD Taman Budaya, Badan Penghubung Kalsel di Jakarta, serta Himpunan Ahli Tata Rias Pengantin (HARPI Melati) Kalsel.
Kostum adat yang dikenakan memancarkan kemegahan warna khas Banjar, sementara prosesi yang diperagakan lengkap dengan musik tradisional dan gerak-gerik ritual, berhasil memikat penonton yang memadati rute pawai. Tak sedikit warga maupun peserta dari provinsi lain yang mengabadikan momen tersebut, kagum akan kekayaan tradisi Banjar yang masih lestari hingga kini.

Tidak hanya berpartisipasi di pawai, Kalsel juga turut meramaikan Pameran Budaya dan Ekonomi Kreatif yang berlangsung sejak 7 hingga 11 Agustus 2025. Dalam stand pameran, Kalimantan Selatan memamerkan berbagai hasil olahan dari Rumah Kreatif Banjarmasin. Produk-produk tersebut mencakup kerajinan tangan, olahan pangan khas, serta karya seni kreatif yang memadukan estetika tradisional dengan sentuhan modern.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra melalui perwakilannya Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati yang turut hadir memimpin rombongan, menyampaikan, keikutsertaan dalam Pekan Melayu Budaya Serumpun ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga sebagai wujud diplomasi budaya.
“Kalsel memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkenalkannya ke tingkat nasional bahkan internasional. Kita juga belajar dari daerah lain, saling menginspirasi untuk terus melestarikan budaya masing-masing,” ujarnya.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Suharyanti, mengungkapkan, penampilan Upacara Pengantin Banjar menjadi salah satu atraksi yang paling menarik perhatian pengunjung pada ajang Pekan Melayu Budaya Serumpun 2025 di Pekanbaru, Riau.
Menurutnya, prosesi adat pernikahan khas Banjar yang ditampilkan tidak hanya memamerkan keindahan busana pengantin tradisional, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya, filosofi, dan kearifan lokal masyarakat Kalimantan Selatan.
“Alhamdulillah, sambutan masyarakat sangat antusias. Banyak yang tertarik melihat detail prosesi, mulai dari iringan musik, tata rias, hingga makna di balik setiap tahapannya,” ujarnya.

Pekan Melayu Budaya Serumpun 2025 sendiri diikuti oleh berbagai provinsi di Indonesia, serta negara-negara tetangga yang memiliki ikatan budaya Melayu. Event ini menjadi ruang interaksi lintas budaya yang mempererat hubungan persaudaraan dan kerja sama di berbagai bidang.
Dengan penampilan memikat di pawai, partisipasi aktif di simposium, serta kontribusi dalam pameran, Kalimantan Selatan berhasil menorehkan kesan positif di mata peserta dan pengunjung. Semangat “Banua Bersatu untuk Budaya” benar-benar terasa, mengukuhkan posisi Kalsel sebagai salah satu penjaga warisan budaya bangsa yang berharga. (HNG/JCI).












