Berita  

Gusti Yasni Iqbal Sosialisasikan Pengelolaan Ratik, Ajak Warga Pilah Ratik Demi Lingkungan dan Ekonomi

Gusti Yasni Iqbal Sosialisasikan Pengelolaan Ratik, Ajak Warga Pilah Ratik Demi Lingkungan dan Ekonomi

Banjarmasin, Jukung.co.id – Dalam rangkaian kegiatan reses masa sidang II tahun 2025, Anggota DPRD Banjarmasin Gusti Yasni Iqbal tidak hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga turut menyosialisasikan pentingnya pengelolaan ratik secara bijak agar permasalahan lingkungan tidak terus terulang.

Isu ini turut disosialisasikannya saat melakukan kegiatan reses yang berlangsung selawas tiga hari, dari tanggal 27 hingga 29 Juni 2025. di daerah pemilihan masing-masing anggota dewan. Salah satu kegiatannya berlangsung di Kelurahan Melayu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, dan dihadiri warga RT 05, 06, dan 10, serta perwakilan sejumlah SKPD Pemerintah Kota Banjarmasin, baisukan Jumat (27/06/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gusti Yasni Iqbal mengingatkan pentingnya memilah dan memilih ratik sebelum dibuang ke TPS. Ia menegaskan bahwa penanganan persoalan ratik tidak bisa dibebankan hanya kepada petugas kebersihan semata, melainkan harus dimulai dari kesadaran warga di lingkungan rumah tangga.

“Permasalahan ratik ini jangan sampai terulang. Masyarakat harus terbiasa memilah ratik organik dan anorganik sejak dari rumah. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal nilai ekonomi dan lingkungan,” tegasnya.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, penanganan ratik harus dilakukan secara lintas sektoral, melibatkan tidak hanya Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga Dinas PUPR, Dinas Perkim, serta elemen tingkat dasar seperti Ketua RT dan RW yang bisa langsung mengedukasi warga di lingkungan masing-masing.

“Ratik yang sudah dipilah dan dipilih dengan baik, bisa memiliki nilai ekonomi. Misalnya plastik, logam, dan kertas bisa dijual atau didaur ulang. Ini bisa jadi peluang usaha kecil di masyarakat,” jelasnya.

Gusti Yasni Iqbal mendorong SKPD terkait lebih aktif turun ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi, pelatihan, dan dukungan infrastruktur, serta melibatkan komunitas peduli lingkungan dalam program pengelolaan ratik berbasis masyarakat..

“Kalau kita bisa kelola ratik dengan benar, bukan hanya lingkungan yang bersih, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi warga,” pungkasnya.(HNG/JCI).

Exit mobile version