Budaya  

Pembakal Ibad V” Sukses Mengocok Perut Penonton, Forum Apresiasi Seni FH ULM Angkat Bahasa Banjar di Panggung Teater

Pembakal Ibad V” Sukses Mengocok Perut Penonton, Forum Apresiasi Seni FH ULM Angkat Bahasa Banjar di Panggung Teater

Banjarmasin, Jukung.co.id – Ruangan seni Balairungsari Taman Budaya Kalimantan Selatan penuh sesak, malam Ahad (14/06/2025), ketika ratusan penonton memadati ruangan untuk menyaksikan pertunjukan teater tunggal “Pembakal Ibad V”. Pentas ini diselenggarakan oleh Forum Apresiasi Seni Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dan terbukti sukses menyedot antusiasme pencinta seni, baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum.

Sejak pintu dibuka, kursi-kursi yang tersedia langsung terisi penuh. Bahkan sebagian penonton rela duduk lesehan di lantai demi tidak melewatkan satu adegan pun dari pertunjukan yang sarat dengan nuansa humor dan budaya lokal ini. Setiap adegan berhasil mengundang gelak tawa penonton, membuktikan bahwa teater lokal masih sangat relevan dan diminati masyarakat.

“Pembakal Ibad V” merupakan episode kelima dari serial teater lokal yang menggunakan bahasa Banjar sebagai bahasa utama dialog. Pentas kali ini mengangkat latar cerita di sebuah bandara, yang menggambarkan situasi umum saat hari libur di mana masyarakat ramai hendak bepergian ke berbagai daerah.

Ketua Pelaksana kegiatan, Hilman Rinda Dewantara, mengungkapkan bahwa “Pembakal Ibad V” merupakan lanjutan dari serial teater komedi lokal yang telah digagas oleh Forum Apresiasi Seni.

“Cerita Pembakal Ibad V ini kami setting di bandara karena itu tempat yang akrab dan sering menjadi lokasi banyak kejadian lucu, apalagi di momen liburan,” ujarnya.

Hilman Rinda Dewantara menjelaskan bahwa pertunjukan ini bukan sekadar tontonan hiburan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian budaya lokal, terutama bahasa Banjar yang mulai jarang digunakan di ruang-ruang publik maupun dalam media hiburan.

“Jarang sekali sekarang kita temui pementasan teater yang menggunakan bahasa Banjar. Maka dari itu kami ingin menghadirkannya kembali agar tidak tenggelam di tengah arus budaya modern,” jelasnya.

Menurut Hilman Rinda Dewantara, “Pembakal Ibad V” juga memiliki misi penting lainnya, yakni mendorong semangat berkesenian di kalangan mahasiswa baru.
“Lewat gelaran ini kami ingin menyampaikan bahwa seni, khususnya teater, bisa menjadi ruang ekspresi dan belajar yang menyenangkan. Kami ingin mahasiswa baru tertarik untuk terjun ke dunia kesenian,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa seni dapat menjadi alat yang efektif untuk mempertahankan eksistensi bahasa daerah di tengah gempuran teknologi dan globalisasi.
“Harapan kami, dengan seni, bahasa Banjar bisa lebih dikenal, lebih dicintai, dan tidak hilang termakan kemajuan zaman,” pungkasnya.

Penampilan para aktor muda di atas panggung yang membawakan lakon dengan penuh semangat dan humor segar berhasil mengundang tawa sepanjang pertunjukan. Setiap karakter yang ditampilkan terasa hidup, karena dibawakan dengan dialog khas Banjar yang dekat dengan keseharian masyarakat. (HNG/JCI).

Exit mobile version