Banjarmasin, Jukung.co.id – Penerapan sistem parkir elektronik (e-parkir) di Banjarmasin dinilai masih belum berjalan secara optimal. Salah satu kendala utama dalam implementasinya adalah keharusan masyarakat memiliki kartu uang elektronik (e-money) sebagai alat pembayaran.
Meski e-parkir merupakan bagian dari upaya digitalisasi layanan publik, kenyataannya belum seluruh warga memiliki akses terhadap alat pembayaran elektronik tersebut. Penilaian ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya, wayah ditamui jelang tengah hari Selasa (27/05/2025).
Ia menilai, secara konsep e-parkir sangat bagus karena sejalan dengan kemajuan teknologi dan transparansi layanan publik. Tapi dalam praktiknya, masih banyak warga yang belum memiliki e-money, sehingga sulit untuk menggunakan layanan ini,” ujarnya.
Politisi Partai Amanat Nasinoal (PAN) ini menekankan, pentingnya sinkronisasi antara sistem e-parkir milik Pemko Banjarmasin dengan e-money yang diterbitkan oleh Bank Kalsel. Integrasi sistem ini diyakini dapat menyederhanakan proses transaksi dan memudahkan masyarakat dalam penggunaannya.
“Warga tidak perlu repot-repot membeli atau mengisi ulang e-money dari bank lain,” tegasnya.
Harry Wijaya menyatakan, kartu e-money yang diberikan secara gratis oleh Bank Kalsel, dapat memudahkan warga dalam menggunakan layanan e-parkir. Hal ini tentunya dapat meningkatkan efektivitas penggunaan e-parkir di Banjarmasin dan memberikan kemudahan bagi warga dalam melakukan transaksi pembayaran parkir.
“Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efektivitas sistem e-parkir di Banjarmasin dan memberikan manfaat bagi warga,”pungkasnya. (HNG/JCI).
