Banjarmasin, Jukung.co.id – Kawasan Wisata Kampung Ketupat di Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, mulai dibersihkan dari bangunan-bangunan terbengkalai. Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan penertiban wan pembongkaran sejumlah bangunan, sebagai langkah awal gasan menata kembali kawasan wisata, pada baisukan Ahad (18/10/2026).
Pembongkaran melibatkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Banjarmasin, termasuk jajaran Bagian Umum Sekretariat Daerah Banjarmasin, serta unsur TNI-Polri.
Bangunan nang dibongkar meliputi sejumlah stan nang sebelumnya digunakan gasan kegiatan usaha mikro, kecil, wan menengah (UMKM), hingga bangunan amfiteater. Petugas menggunakan berbagai peralatan, nangkaya godam, cangkul, gergaji mesin, wan perlengkapan pendukung lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setda Banjarmasin, Ahmad Zazuli, mengatakan keterlibatan jajarannya merupakan bentuk dukungan terhadap arahan Wali Kota Banjarmasin gasan membenahi kawasan wisata Kampung Ketupat.
“Sesuai arahan Wali Kota, kami matan jajaran Bagian Umum Setda Banjarmasin turut terlibat dalam kegiatan penertiban ini sebagai bentuk dukungan terhadap langkah pemerintah kota dalam membenahi kawasan Wisata Kampung Ketupat,” ujarnya.
Menurutnya, pembersihan wan pembongkaran tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum kawasan itu ditata kembali. Pemerintah kota diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan kawasan nang selawas ini belum berfungsi sebagaimana mestinya.
“Melalui kegiatan ini, kami mendukung upaya penataan kawasan agar lebih tertib wan dapat dipersiapkan gasan rencana pembenahan selanjutnya,” ucapnya.
Penertiban membuat area nang sebelumnya dipenuhi bangunan terbengkalai menjadi lebih terbuka. Namun, pembongkaran fisik ini baru merupakan tahap awal. Penataan lanjutan diperlukan agar kawasan wisata Kampung Ketupat kembali memiliki fungsi nang jelas wan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sebelum pembongkaran dilakukan, tim Dinas Pekerjaan Umum wan Penataan Ruang (PUPR) telah memeriksa kondisi bangunan di kawasan Kampung Ketupat. Hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat kerusakan mencapai lebih dari 60 persen. Bahkan, beberapa bangunan dinyatakan mengalami kerusakan total.
Selain pembenahan fisik, persoalan aset wan kewajiban perusahaan nang berkaitan lawan kawasan Kampung Ketupat turut menjadi perhatian.
PT Juru Supervisi Indonesia menyatakan kesediaannya menyerahkan aset di kawasan Kampung Ketupat kepada Pemerintah Kota Banjarmasin. Aset tersebut meliputi satu unit gapura, satu unit amfiteater, wan 14 stan UMKM.
Perusahaan itu jua mengakui memiliki kewajiban pembayaran utang sebesar Rp408 juta kepada Pemko Banjarmasin. Pembayaran dijanjikan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu dua tahun, hingga akhir 2028.
Dimulainya pembongkaran, pekerjaan berikutnya adalah memastikan penataan kawasan berjalan terarah, status wan pengelolaan aset jelas, serta kawasan wisata Kampung Ketupat dapat kembali dimanfaatkan. Langkah lanjutan itu menjadi penting agar pembenahan Kampung Ketupat kada berhenti pada pembongkaran bangunan semata. (EPW/JCI).













