Banjarmasin, Jukung.co.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan wan lahan (Karhutla) nang menyelimuti wilayah Banjarmasin kada menghentikan aktivitas Terminal Petikemas (TPK) Banjarmasin. Operasional terminal tetap berjalan normal, dengan sejumlah langkah mitigasi gasan menjaga kesehatan wan keselamatan pekerja.
Salah satu langkah nang dilakukan perusahaan adalah menyalurkan sekitar 40 kotak masker kepada pegawai. Pembagian dilakukan sesuai kebutuhan sebagai upaya mengurangi paparan kabut asap di lingkungan kerja.
Selain menyediakan masker, TPK Banjarmasin jua melakukan pemantauan kualitas udara wan mengawasi kondisi operasional secara berkala. Perkembangan situasi di lapangan turut dikoordinasikan wan dilaporkan kepada kantor pusat gasan mendukung pemantauan risiko serta menjaga keberlangsungan pelayanan terminal.
Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, mengatakan kelancaran operasional harus tetap diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan wan keselamatan pekerja, terutama ketika kondisi lingkungan terdampak kabut asap.
“Bagi kami, kelancaran operasional perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesehatan wan keselamatan pekerja. Karena itu, kami melakukan beberapa langkah mitigasi, termasuk pembagian masker wan pemantauan kondisi lingkungan,” ujarnya, tengah hari Kamis (15/10/2026).
Ia berharap seluruh aktivitas terminal dapat terus berlangsung dengan baik, tanpa mengabaikan aspek keselamatan pekerja di tengah kondisi lingkungan nang balum sepenuhnya kondusif.
Sebagai salah satu simpul logistik di Kalimantan Selatan, TPK Banjarmasin memiliki peran dalam mendukung kelancaran arus barang wan distribusi logistik. Karena itu, pemantauan kondisi lingkungan wan penerapan prosedur keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pelayanan kepelabuhanan.
Melalui pembagian masker, pemantauan kualitas udara, serta pelaporan kondisi operasional secara berkala, TPK Banjarmasin berupaya menjaga aktivitas terminal tetap berjalan sekaligus memberikan perlindungan kepada pekerja di tengah dampak kabut asap akibat karhutla. (PLD/JCI).













