Banjarmasin, Jukung.co.id – Wajah baru Pasar Antasari mulai terlihat. Pasar tradisional terbesar di pusat Kota Banjarmasin itu wayahini tampil lebih rapi wan tertata setelah menjalani proses revitalisasi yang telah mencapai sekitar 95 persen.
Sejak dimulai pada Mei 2026, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Perumda Pasar Baiman terus melakukan berbagai pembenahan, mulai dari pengecatan bagian depan gedung, pembangunan taman, pemasangan kanstin di area parkir, penataan hall pasar, hingga penataan lokasi berjualan buhan pedagang.
Perubahan paling mencolok terlihat di area depan pasar. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi pedagang di teras wan pintu masuk wayahini tampak lebih lapang wan tertib setelah buhan pedagang dipindahkan ke lokasi yang telah disediakan.
Direktur Perumda Pasar Baiman Banjarmasin, Muhammad Abdan Syakura, mengatakan revitalisasi Pasar Antasari merupakan salah satu program prioritas yang mendapat perhatian khusus matan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Menurutnya, pembenahan dilakukan kada hanya gasaan mempercantik tampilan pasar, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, wan barasih gasan masyarakat maupun buhan pedagang.
“Pasar Antasari menjadi salah satu fokus kami tahun ini untuk dilakukan penataan wan pembenahan sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin agar masyarakat yang datang berbelanja merasa lebih aman wan nyaman,” ujarnya, baisukan Rabu (17/06/2026).
Muhammad Abdan Syakura menjelaskan, pada tahap awal revitalisasi, fokus utama diarahkan pada penataan kawasan depan pasar wan pengaturan lokasi berjualan buhan pedagang agar aktivitas perdagangan menjadi lebih tertib.
Untuk merealisasikan program tersebut, Perumda Pasar Baiman telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta yang digunakan sesuai kebutuhan wan rencana kerja pembenahan.
“Pada tahap awal ini anggaran yang disiapkan sekitar Rp600 juta sesuai rencana kerja wan kebutuhan pembenahan,” ucapnya.
Meski progres pekerjaan fisik hampir selesai, Perumda Pasar Baiman memastikan revitalisasi Pasar Antasari akan terus berlanjut secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
Tahap berikutnya akan difokuskan pada penataan pedagang di dalam gedung pasar agar lebih terorganisir wan memberikan kenyamanan gasan pengunjung wayah berbelanja.
“Kami menargetkan pembenahan terus berlanjut hingga akhir tahun. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penataan pedagang di dalam gedung agar lebih rapi wan tertib,” jelasnya.
Melalui revitalisasi tersebut, Pasar Antasari diharapkan kada hanya menjadi pusat perdagangan tradisional yang lebih nyaman wan tertata, tetapi juga mampu meningkatkan minat masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar rakyat yang selawas ini menjadi salah satu ikon perekonomian Banjarmasin. (EPW/JCI).












