Sempat “Mati Suri”, Galeri Terapung Sungai Jingah Bakal Bangkit Lagi!

Sempat “Mati Suri”, Galeri Terapung Sungai Jingah Bakal Bangkit Lagi!

Banjarmasin, Jukung.co.id – Setelah lawas terbengkalai wan mengalami kerusakan cukup parah, Galeri Terapung yang berada di kawasan Sungai Jingah, Banjarmasin, akhirnya akan segera mendapatkan sentuhan perbaikan matan pemerintah kota.

Bangunan yang dulunya difungsikan sebagai pusat pameran kain sasirangan sekaligus ruang edukasi sejarah Banjarmasin wayahini memasuki tahap awal revitalisasi. Langkah tersebut diawali dengan proses pengalihan aset matan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Jingah kepada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga wan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Banjarmasin, Muhammad Afriansyah, mengungkapkan proses administrasi pengalihan aset wayah ini lagi berlangsung wan segera memasuki tahap finalisasi penandatanganan.

Ia menjelaskan, keputusan pengalihan ini diambil setelah pihaknya melakukan peninjauan langsung ke lokasi wan berkoordinasi dengan Pokdarwis setempat.

“Setelah kita cek kondisi di lapangan wan berkoordinasi lawan Pokdarwis Sungai Jingah, akhirnya disepakati bila pengelolaan galeri terapung dialihkan ke Disbudporapar agar bisa ditangani lebih maksimal,” ujarnya, kamarian Senin (30/03/2026).

Muhammad Afriansyah menambahkan, langkah lanjutan yang akan dilakukan setelah proses pengalihan rampung adalah memindahkan galeri terapung ke kawasan yang lebih strategis wan mudah diawasi, yakni di Siring Sungai Martapura, tepatnya di sekitar Menara Pandang.

Pemindahan ini dinilai penting, mengingat selawas ini lokasi galeri yang berada di Sungai Jingah dinilai kurang terkontrol sehingga sering disalahgunakan oleh oknum kada bertanggung jawab.

“Rencananya akan kami tarik wan pindahkan sementara ke Siring Martapura agar lebih mudah dalam pengawasan. Selawas ini, ada beberapa penyalahgunaan fungsi yang tentu sangat disayangkan,” jelasnya.

Dari hasil peninjauan, kondisi fisik galeri terapung memang sudah sangat memprihatinkan. Sejumlah bagian lantai terlihat rapuh, sementara struktur penyangga di bagian bawah yang menggunakan drum plastik sudah banyak yang hilang, sehingga membuat sebagian bangunan mulai tenggelam.

Kondisi tersebut menjadi alasan kuat pemerintah kota untuk segera melakukan pembenahan secara menyeluruh, agar aset wisata tersebut kada semakin rusak wan bisa kembali dimanfaatkan oleh warga.

Namun demikian, Muhammad Afriansyah menegaskan proses revitalisasi kada akan dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah kota akan terlebih dahulu menyusun perencanaan matang, baik matan sisi teknis, anggaran, maupun pelaksanaan pekerjaan.

“Gasan pembenahan, kami akan menyusun perencanaan secara detail, termasuk mekanisme pelaksanaannya melalui sistem e-katalog. Ini penting agar hasilnya nanti benar-benar optimal wan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga berharap, ke depan galeri terapung dapat kembali difungsikan sebagai ruang kreatif wan destinasi wisata edukatif yang menampilkan kekayaan budaya lokal, khususnya kain sasirangan wan sejarah Banjarmasin.

Revitalisasi galeri terapung ini menjadi bagian upaya pemerintah kota dalam menghidupkan kembali potensi wisata berbasis sungai, sekaligus memperkuat identitas Banjarmasin sebagai kota seribu sungai. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *