Banjarmasin, Jukung.co.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah bersama KPP Pratama Banjarmasin serta KPP Madya Banjarmasin menggelar kegiatan Ngabuburit Spectaxcular 2026 di Gedung Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah, kamarian Jumat (06/03/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Berkah Ramadan untuk Banua, Taat Pajak Wujudkan Cinta dan Kepedulian Sesama” ini digelar sebagai upaya memberikan kemudahan, pendampingan, serta kepastian layanan kepada Wajib Pajak dalam masa transisi penggunaan Coretax, sistem administrasi perpajakan terbaru.
Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen DJP untuk mendorong masyarakat agar dapat menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan secara tepat waktu, sekaligus memperkenalkan penggunaan Coretax sebagai sistem baru dalam pelaporan pajak.
Dalam kegiatan ini, DJP memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan memperpanjang jam layanan hingga pukul 18.00 WITA. Dengan demikian, Wajib Pajak dapat memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa untuk menyelesaikan kewajiban perpajakan mereka.
Selawas kegiatan berlangsung, petugas pajak disiagakan untuk memberikan pendampingan secara langsung kepada masyarakat. Pendampingan mencakup berbagai layanan, mulai dari aktivasi akun Coretax hingga proses pelaporan SPT Tahunan secara lengkap.
Langkah ini diharapkan dapat membantu Wajib Pajak yang masih mengalami kendala dalam menggunakan sistem Coretax pada tahap awal implementasinya.
Kepala Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah, Anton Budhi Setiawan, mengatakan kegiatan Ngabuburit Spectaxcular merupakan bentuk nyata kehadiran DJP dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, DJP ingin memastikan seluruh Wajib Pajak yang datang dapat memperoleh pendampingan hingga proses pelaporan SPT benar-benar selesai.
“Melalui kegiatan Ngabuburit Spectaxcular ini, kami ingin memastikan bila dalam menyelesaikan kewajiban pelaporan SPT Tahunan, khususnya melalui Coretax, petugas kami siap mendampingi Wajib Pajak sampai proses pelaporan benar-benar selesai dan berhasil,” ujarnya.
Anton Budhi Setiawan menambahkan, perpanjangan jam layanan merupakan bentuk fleksibilitas DJP dalam menyesuaikan kebutuhan masyarakat, terutama bagi Wajib Pajak yang memiliki keterbatasan waktu pada jam kerja.
“Kami memahami bila sebagian Wajib Pajak memiliki keterbatasan waktu di jam kerja. Oleh karena itu, layanan kami perpanjang hingga kamarian hari agar masyarakat dapat memanfaatkan waktu ngabuburit sambil melaporkan SPT Tahunan dengan lebih tenang,” jelasnya.
Selain menghadirkan layanan perpajakan, kegiatan Ngabuburit Spectaxcular juga diramaikan dengan bazar UMKM binaan Kementerian Keuangan Kalimantan Selatan yang menawarkan beragam makanan dan minuman.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, DJP juga menyediakan voucher khusus bagi 100 Wajib Pajak pertama yang berhasil melaporkan SPT Tahunan pada kegiatan tersebut. Voucher tersebut dapat digunakan untuk berbelanja di bazar UMKM yang tersedia di lokasi acara.
Kehadiran bazar UMKM diharapkan tidak hanya menambah semarak suasana Ramadan, tetapi juga memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang datang untuk melaporkan SPT.
Selain layanan perpajakan dan bazar UMKM, kegiatan ini juga diisi dengan ramah tamah bersama para pemangku kepentingan DJP di Banjarmasin.
Acara tersebut turut dihadiri pimpinan Unit Eselon I Kementerian Keuangan di wilayah Kalimantan Selatan, pimpinan perwakilan Himbara, perwakilan pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tax center, hingga relawan pajak.
Anton Budhi Setiawan menilai bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian antar lembaga maupun masyarakat.
“Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan, bulan di mana kita diajak untuk memperkuat kepedulian, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama,” ucapnya.
Ia berharap melalui kegiatan Ngabuburit Spectaxcular, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam melaporkan pajak, tetapi juga semakin memahami bahwa pajak merupakan bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan negara.
“Melalui momentum ini kita tidak hanya berkumpul menunggu waktu berbuka, tetapi juga memperkuat kolaborasi, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan kesadaran bahwa pajak adalah wujud kepedulian kita terhadap masyarakat dan pembangunan negeri,” pungkasnya. (DJP/JCI).













