Kabupaten Balangan Sabet Gelar Penyaji Terbaik di Festival Karya Tari Daerah Kalsel 2025

Kabupaten Balangan Sabet Gelar Penyaji Terbaik di Festival Karya Tari Daerah Kalsel 2025

Banjarmasin, Jukung.co.id – Festival Karya Tari Daerah (FKTD) Kalimantan Selatan 2025 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan di Balairungsari Taman Budaya Kalsel, baisukan Rabu (10/09/2025), berhasil menampilkan keindahan serta keberagaman tarian tradisi dari seluruh kabupaten/kota di provinsi ini.

Festival yang mengusung tema “Jelajah Ritual Kalimantan Selatan” atau Mantra Jilid II menampilkan 11 sanggar tari dari 11 kabupaten/kota dengan tujuh kategori penilaian, antara lain Penyaji Terbaik, Tujuh Penyaji Unggulan tanpa jenjang, Penata Tari Terbaik, Penata Musik Terbaik, Penata Rias dan Busana Terbaik, Poster Terbaik, dan Fotografi Terbaik.

Dari penilaian tujuh juri, yakni Ertis Yulia Manikan, Suharyanti, Hariyadi, Gita Kinanti, Noviyandi Saputra, M. Syahril M. Noor, dan Muhammad Aufal Givari, tujuh sanggar berhasil masuk dalam kategori Penyaji Unggulan tanpa jenjang, yaitu Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Tabalong, Kotabaru, dan Banjarbaru.

Sementara itu, untuk kategori spesifik, Kabupaten Balangan berhasil meraih gelar Penyaji Terbaik lewat penampilan Tari Surung Lalan. Penata Tari Terbaik diraih Balangan, Penata Musik Terbaik oleh Hulu Sungai Selatan, Penata Rias dan Busana Terbaik kembali oleh Balangan, serta Poster dan Fotografi Terbaik oleh Hulu Sungai Selatan.

Kepala Pamong Budaya Disdikbud Kabupaten Balangan, Yansyah, menyatakan kebanggaannya terhadap tim yang berhasil meraih penghargaan ini. “Persiapan latihan dan pembinaan dilakukan secara intensif karena FKTD menjadi ujung tombak dalam pengembangan karya tari di Kalimantan Selatan. Penampilan peserta tahun ini luar biasa dan menunjukkan kreativitas serta dedikasi tinggi,” ujarnya.

Salah seorang juri, Ertis Yulia Manikan, menjelaskan, tema festival yang mengacu pada Parade Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah menjadi tantangan tersendiri. “Koreografi harus memperhatikan kaidah-kaidah tradisi sekaligus menyajikan garapan utuh yang mampu mewakili budaya daerah. Hal ini penting agar tarian menjadi bagian pengembangan seni budaya yang berkelanjutan,” jelasnya.

Seluruh peserta FKTD 2025 mendapatkan dana pembinaan, sementara pemenang utama, Kabupaten Balangan, berhak tampil pada Parade Tari Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, November 2025.

Festival ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran, pengembangan kreativitas, dan ajang promosi kebudayaan bagi generasi muda Kalimantan Selatan. Melalui FKTD, pemerintah berharap karya seni tradisi terus lestari dan menjadi inspirasi bagi masyarakat. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *