Jangan Asal Klik! Pemko Banjarmasin Perkuat Keamanan Siber wan Perlindungan Data ASN

Jangan Asal Klik! Pemko Banjarmasin Perkuat Keamanan Siber wan Perlindungan Data ASN

Banjarmasin, Jukung.co.id – Ancaman kejahatan digital menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam pelayanan pemerintahan. Gasan mengantisipasi risiko pencurian data, penipuan daring, hingga pembajakan akun, Pemko Banjarmasin memperkuat pemahaman aparatur mengenai keamanan siber.

Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Keamanan Siber nang digelar Dinas Komunikasi, Informatika wan Statistik Banjarmasin di Aula Gedung Sekretariat Bersama Khatib Dayan, Jl. Lingkar Dalam Selatan, Kelurahan Kelayan Timur, Kecamatan Banjarmasin Selatan, baisukan Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 94 peserta dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD), rumah sakit, kecamatan, wan kelurahan.

Sosialisasi ini menjadi penting di tengah tingginya ancaman kejahatan siber di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel periode 2023–2025, penipuan daring menjadi jenis kejahatan siber dengan proporsi tertinggi, yakni 59,77 persen, dengan kerugian materiil mencapai Rp20,94 miliar.

Kepala Bidang Persandian, Aplikasi wan Informatika Dinas Komunikasi, Informatika wan Statistik Banjarmasin, Satria Yudha Lesmana, mengatakan peningkatan kewaspadaan aparatur menjadi salah satu langkah penting gasan menjaga keamanan informasi pemerintahan.

“Keamanan siber menjadi hal penting seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemerintahan. Kami berharap aparatur semakin memahami cara melindungi akun, perangkat kerja, wan informasi kedinasan matan berbagai ancaman digital,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Ditreskrimsus Polda Kalsel, Ipda Alif Akbar Arifin, memaparkan sejumlah modus kejahatan nang perlu diwaspadai masyarakat maupun aparatur pemerintahan.

Modus tersebut antara lain penipuan jual beli daring, tawaran pekerjaan dengan sistem misi berbayar, penyalahgunaan data pribadi, hingga penipuan nang bermula dari perkenalan di dunia maya.

Ia mengingatkan peserta agar kada mudah mengeklik tautan mencurigakan atau mengunduh berkas aplikasi Android (APK) matan sumber nang kada dikenal. Berkas maupun tautan semacam itu berpotensi dimanfaatkan pelaku gasan mencuri data wan mengambil alih akun korban.

Pranata Komputer Ahli Muda Dinas Komunikasi wan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Indah Ratu Ramdhany, menyoroti pentingnya perlindungan data pemerintah wan kesiapan menghadapi insiden siber.

Ia menjelaskan, ancaman nangkaya phishing, ransomware, wan rekayasa sosial dapat menyasar siapa saja, termasuk aparatur nang menggunakan perangkat digital gasan pekerjaan sehari-hari. Karena itu, keamanan informasi kada cukup hanya mengandalkan petugas teknologi informasi, tetapi membutuhkan kedisiplinan seluruh pengguna sistem.

Indah Ratu Ramdhany mengimbau aparatur menggunakan kata sandi nang kuat, mengaktifkan autentikasi multifaktor jika tersedia, serta memperbarui sistem melalui sumber resmi. ASN jua diminta kada membagikan kata sandi maupun kode OTP kepada siapa pun.

Selain pencegahan, kecepatan pelaporan jua menjadi faktor penting wayah terjadi insiden. Setiap indikasi serangan atau aktivitas mencurigakan perlu segera disampaikan kepada petugas atau tim teknis terkait agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat wan dampaknya diminimalkan.

Melalui sosialisasi ini, Pemko Banjarmasin berharap aparatur semakin cermat dalam menggunakan layanan digital wan menjaga informasi kedinasan. Kewaspadaan pengguna dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem pemerintahan nang lebih aman di tengah meningkatnya ancaman siber. (EPW/JCI).

Exit mobile version