Ratusan Perusahaan Balum Lapor LKPM, DPMPTSP Banjarmasin Berikan Pendampingan

Ratusan Perusahaan Balum Lapor LKPM, DPMPTSP Banjarmasin Berikan Pendampingan

Banjarmasin, Jukung.co.id – Ratusan perusahaan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tercatat balum menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Kendala penggunaan aplikasi wan kurangnya pemahaman mengenai prosedur pelaporan menjadi sejumlah hambatan nang dihadapi pelaku usaha.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Penanaman Modal wan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banjarmasin. Instansi ini terus memberikan kesempatan sekaligus pendampingan kepada perusahaan agar segera memenuhi kewajiban pelaporan sesuai ketentuan.

Kepala DPMPTSP Banjarmasin, Ari Yani, mengatakan pihaknya masih membuka ruang bagi pelaku usaha nang balum menyelesaikan laporan. Pendampingan dilakukan gasan membantu pengusaha memahami tahapan pelaporan, termasuk penggunaan sistem aplikasi.

“Kami masih memberikan kesempatan kepada para pengusaha gasan melaporkan LKPM-nya. Kami jua memberikan bimbingan kepada para pelaku usaha,” ujar Ari Yani usai membuka kegiatan terkait LKPM di Hotel Rodhita Banjarmasin, Jalan Ahmad Yani Paal 2,5, baisukan Senin (12/10/2026).

Menurut Ari Yani, pelaporan LKPM perlu menjadi perhatian serius karena periode pelaporan telah memasuki beberapa triwulan. Namun, hingga wayah ini masih terdapat banyak perusahaan nang balum menuntaskan kewajibannya.

Ia menjelaskan, kendala nang dihadapi kada hanya berkaitan lawan teknis aplikasi, tetapi jua pemahaman pelaku usaha mengenai mekanisme pelaporan nang benar. Akibatnya, sebagian pengusaha masih mengalami kebingungan wayah mengisi wan menyampaikan laporan.

“Kebanyakan pengusaha masih kebingungan wan balum memahami cara pelaporannya,” ungkapnya.

Meski demikian, Ari Yani menegaskan kada sabarataan perusahaan mengalami persoalan serupa. Sejumlah pelaku usaha telah menyampaikan LKPM sesuai ketentuan nang berlaku.

Gasan mempercepat penyelesaian laporan, DPMPTSP Banjarmasin terus memberikan bimbingan kepada perusahaan nang membutuhkan bantuan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan pelaporan sekaligus meningkatkan kepatuhan pelaku usaha.

Ari Yani berharap kegiatan pendampingan tersebut dapat membantu perusahaan menyelesaikan laporan nang masih tertunda, sehingga semakin banyak pelaku usaha memenuhi kewajiban pelaporan LKPM.

Upaya ini menjadi bagian dari dorongan DPMPTSP Banjarmasin gasan meningkatkan tertib administrasi penanaman modal serta memastikan pelaporan kegiatan usaha dapat dilakukan sesuai prosedur. (EPW/JCI).

Exit mobile version