Banjarbaru, Jukung.co.id – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meminta jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel mempercepat persiapan sejumlah proyek strategis daerah.
Jalan Lintas Tengah, pengembangan kawasan Stadion Internasional, hingga rencana pembangunan rumah sakit menjadi sejumlah agenda nang mendapat perhatian dalam rapat koordinasi Pemprov Kalsel.
Arahan tersebut disampaikan H. Muhidin wayah memimpin rapat bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin wan para Pimpinan Tinggi Pratama di Ruang Abrani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, jelang tengah hari Kamis (01/10/2026).
Salah satu nang menjadi perhatian adalah percepatan pembangunan Jalan Lintas Tengah. Gubernur meminta koordinasi terkait lahan segera dilakukan lawan seluruh pihak nang memiliki kepentingan, termasuk PTPN.
Menurutnya, kepastian lahan menjadi bagian penting agar pemerintah dapat menyiapkan penganggaran sekaligus tahapan pekerjaan tanpa tertunda.
H. Muhidin meminta proses koordinasi segera dilakukan secara formal wan persuasif.
Selain itu, proses penilaian atau appraisal lahan jua diminta dilakukan secara cermat wan transparan. Kepastian nilai lahan diperlukan agar kada menimbulkan persoalan pada tahapan pembebasan maupun penganggaran berikutnya.
Pemerintah jua mulai menyiapkan kebutuhan lahan pendukung stadion, termasuk kemungkinan penyesuaian tata ruang gasan pengembangan kawasan pada 2027.
Gubernur meminta proses tersebut kada baru dimulai ketika memasuki tahun pelaksanaan. Koordinasi lawan Pemerintah Kota Banjarbaru wan kementerian terkait perlu dilakukan sejak sekarang, terutama berkaitan lawan rencana perubahan tata ruang.
Sementara gasan rencana pembangunan rumah sakit, H. Muhidin meminta persiapannya dilakukan secara menyeluruh.
Perencanaan kada hanya menyangkut pembangunan gedung, tetapi jua harus memperhitungkan kebutuhan fasilitas serta kesiapan pelayanan agar rumah sakit nang dibangun nantinya dapat berfungsi secara optimal.
Dalam rapat tersebut turut dibahas kondisi transfer ke daerah. Berdasarkan paparan jajaran terkait, terdapat Transfer ke Daerah nang masih ditangguhkan sekitar Rp2,179 triliun serta Dana Bagi Hasil kurang salur atau kurang bayar sekitar Rp1,073 triliun.
Angka tersebut masih perlu dipastikan berdasarkan data administrasi wan realisasi resmi masing-masing komponen transfer.
Matan sisi kinerja anggaran, Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti melaporkan realisasi fisik wan keuangan hingga September 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari 119 SKPD dengan total pagu sekitar Rp9,9 triliun, realisasi keuangan tercatat Rp6,1 triliun atau 61,95 persen. Sementara realisasi fisik mencapai 72,91 persen wan masih berpotensi meningkat setelah seluruh data September masuk.
Kepala BPKAD Provinsi Kalsel, Fatkhan menyampaikan realisasi APBD hingga 30 September 2026 mencapai Rp6,21 triliun atau 62,25 persen dari pagu belanja Rp9,97 triliun.
Sementara pendapatan daerah telah mencapai Rp6,05 triliun atau 81,91 persen dari pagu Rp7,39 triliun. Realisasi pembiayaan tercatat sebesar 111,06 persen.
Pendapatan Asli Daerah mencapai 87,73 persen atau sekitar Rp4,06 triliun. Pajak daerah tercatat mencapai 92,03 persen, dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB telah mencapai 106,19 persen.
Sementara pendapatan transfer masih berada di angka 69,50 persen wan retribusi daerah 65,95 persen sehingga masih perlu dioptimalkan hingga akhir tahun.
Asisten I Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri Narindra jua memaparkan perkembangan pembangunan Jalan Lintas Tengah, khususnya proses pembebasan lahan di Kabupaten Tapin wan Kabupaten Banjar.
Penetapan lokasi ditargetkan pada 7 Desember 2026, sedangkan pembayaran pembebasan lahan ditargetkan mulai Juni 2027.
Sejumlah persoalan masih perlu diantisipasi, termasuk potensi tumpang tindih lahan serta aset PTPN nang membutuhkan proses persetujuan.
Sementara Kepala Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib melaporkan perkembangan sejumlah proyek infrastruktur lainnya, termasuk Stadion Internasional, Jalan Lintas Tengah Pulau Kalimantan wan pembangunan jumbatan di Pulau Laut, Kotabaru.
Gasan Stadion Internasional, lelang pekerjaan fisik dengan anggaran sekitar Rp150 miliar ditargetkan tayang pada Jumat atau Senin. Sementara pembebasan lahan ditargetkan rampung pada Desember dengan anggaran sekitar Rp65 miliar.
Di luar agenda pembangunan, rapat jua membahas pola kerja ASN. Gubernur H. Muhidin menyatakan kebijakan Work From Home atau WFH pada hari Jumat akan dicabut wan ASN kembali bekerja matan kantor nangkaya biasa.
Meski demikian, pengaturan jam masuk masih dapat disesuaikan dalam kondisi tertentu, nangkaya wayah terjadi kabut asap, dengan tetap mempertimbangkan keselamatan wan pelayanan publik.
Gasan hari kerja normal, gubernur meminta pada pukul 08.00 WITA sudah ada pegawai nang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sementara sebagian pegawai lainnya dapat mengikuti toleransi waktu masuk hingga pukul 09.00 WITA.
Melalui rapat koordinasi, Pemprov Kalsel menargetkan berbagai persiapan proyek strategis, pengelolaan anggaran, hingga pelayanan pemerintahan dapat berjalan lebih terarah wan kada menumpuk pada akhir tahun. (Adpim/JCI).
