Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,28 Persen, BI Dorong Penguatan Sumber Pertumbuhan Baru

Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,28 Persen, BI Dorong Penguatan Sumber Pertumbuhan Baru

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan masih menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan II 2026, perekonomian Kalsel tercatat tumbuh 5,28 persen secara tahunan atau year on year (yoy), kada jauh matan pertumbuhan ekonomi nasional nang mencapai 5,29 persen.

Kondisi tersebut menjadi salah satu bahasan dalam kegiatan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi atau LPP Kalimantan Selatan 2026, nang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, jelang tengah hari Kamis (24/09/2026).

Mengangkat tema “Sinergi Kebijakan gasan Memperkuat Ekonomi Kalimantan Selatan”, kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah daerah, instansi vertikal, TPID, akademisi, perbankan, pelaku usaha, investor hingga media.

Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan wan CORE Indonesia turut hadir memberikan perspektif mengenai perkembangan ekonomi wan kondisi fiskal daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin dalam keynote speech menekankan pentingnya LPP sebagai salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Menurutnya, terdapat tiga agenda utama nang menjadi perhatian pemerintah daerah. Pertama, menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan pengendalian inflasi.

Kedua, memperluas sumber pertumbuhan ekonomi di luar sektor ekstraktif. Ketiga, menjaga kualitas belanja sekaligus membuka alternatif sumber pembiayaan pembangunan di luar APBD.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H. W. mengatakan, LPP kada sekadar menjadi dokumen nang menggambarkan kondisi ekonomi secara berkala.

Laporan tersebut jua menjadi salah satu instrumen gasan melihat posisi wan arah perekonomian daerah serta menjadi bahan dalam mendukung perumusan kebijakan.

Namun, di balik pertumbuhan 5,28 persen, Kalsel masih menghadapi tantangan struktural.

Struktur ekonomi daerah masih cukup bertumpu pada sektor berbasis sumber daya alam, khususnya batu bara. Kondisi tersebut membuat perekonomian Kalsel memiliki eksposur terhadap perubahan harga komoditas di pasar global.

Tantangan lainnya datang matan hilirisasi batu bara nang masih menghadapi aspek teknis wan keekonomian. Di sisi fiskal, penurunan Transfer ke Daerah atau TKD wan Dana Desa jua menjadi perhatian dalam menjaga ruang fiskal pemerintah daerah.

Kondisi tersebut mendorong perlunya sumber pertumbuhan ekonomi nang semakin beragam.

Diversifikasi ekonomi menjadi salah satu arah nang terus didorong di Kalimantan Selatan.

Sejumlah sektor nang menjadi perhatian antara lain pertanian wan ketahanan pangan, perikanan, perkebunan, industri pengolahan hingga pariwisata.

Penguatan sektor-sektor tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pertumbuhan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif.

Di sisi pembiayaan pembangunan, belanja daerah jua diarahkan agar semakin produktif wan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Sementara kebutuhan pembangunan nang lebih besar dapat didukung melalui investasi swasta maupun skema kemitraan.

Kemudahan wan percepatan proses perizinan turut menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi nang lebih mendukung.

Melalui diseminasi LPP ini, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong terbentuknya pemahaman bersama mengenai kondisi wan prospek perekonomian daerah.

 

Pemerintah provinsi jua mengajak pemerintah kabupaten wan kota memanfaatkan LPP serta Kajian Fiskal Regional sebagai referensi dalam menyusun perencanaan pembangunan.

Di sisi lain, dunia usaha wan perbankan didorong terus menyampaikan berbagai persoalan nang dihadapi di lapangan agar dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan.

Dengan pertumbuhan ekonomi Kalsel nang masih berada di level positif, penguatan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, perbankan wan dunia usaha menjadi bagian penting gasan menjaga momentum tersebut.

Ke depan, penguatan ekonomi Kalsel diarahkan kada hanya gasan mempertahankan pertumbuhan, tetapi jua membangun sumber pertumbuhan nang lebih beragam, memperbaiki iklim investasi, serta mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, fiskal dan sektor riil. (RLS/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *