Kasus ISPA Banjarmasin Capai 2.451, Warga Diimbau Waspadai Kabut Asap

Kasus ISPA Banjarmasin Capai 2.451, Warga Diimbau Waspadai Kabut Asap

Banjarmasin, Jukung.co.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan wan lahan atau karhutla masih menjadi perhatian di Banjarmasin. Dampaknya mulai terlihat pada peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.

Dinas Kesehatan Banjarmasin mencatat sebanyak 2.451 kasus ISPA berdasarkan data nang dikonfirmasi hingga 12 September 2026. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya nang tercatat sebanyak 2.127 kasus.

Jika dibandingkan dua pekan sebelumnya, kenaikannya jua terlihat cukup signifikan. Wayah itu, jumlah kasus ISPA tercatat sebanyak 1.874 kasus. Artinya, dalam dua pekan terjadi penambahan sebanyak 577 kasus berdasarkan data nang dihimpun Dinas Kesehatan  Banjarmasin.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengatakan kasus ISPA menunjukkan tren peningkatan matan pekan ke pekan.

Menurutnya, kondisi tersebut kada terlepas matan kabut asap karhutla nang masih terjadi di wilayah Banjarmasin wan sekitarnya.

“Setiap minggu data nang kami peroleh pengidap ISPA cenderung naik, hal ini disebabkan karena kabut asap karhutla nang hingga kini masih terjadi,” ujarnya, baisukan Jumat (18/09/2026).

Meningkatnya kasus ISPA membuat masyarakat diminta lebih waspada terhadap dampak paparan asap terhadap kesehatan.

Dinkes Banjarmasin mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kada memiliki kepentingan mendesak.

Sementara bagi masyarakat nang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dianjurkan gasan membantu mengurangi paparan asap.

“Saya harap masyarakat dapat menjaga kesehatannya, pakai masker jika berada di luar rumah atau sedang beraktivitas lainnya,” ucapnya.

Kada hanya matan sisi kesehatan, kondisi kualitas udara di Banjarmasin jua menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Banjarmasin, Jefri Fransyah, menyampaikan kualitas udara di wilayah tersebut berada dalam status hitam.

Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara berada pada tingkat nang perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama di tengah paparan asap karhutla nang masih berlangsung.

Jefri Fransyah jua mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker ketika harus meninggalkan rumah, khususnya wayah kondisi udara berada pada kategori kada baik atau berbahaya.

“Jika status udara tidak baik atau berbahaya, kami mengimbau warga memakai masker jika keluar rumah,” pungkasnya.

Data terbaru kasus ISPA di Banjarmasin selanjutnya dijadwalkan diperbarui pada 19 September 2026. Masyarakat dihimbau tetap menjaga kondisi kesehatan, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan perlindungan nangkaya masker selawas kondisi kabut asap masih terjadi.

Peningkatan kasus ISPA ini menjadi perhatian lantaran berlangsung bersamaan lawan belum berakhirnya kabut asap karhutla di wilayah Banjarmasin. (EPW/JCI).

 

Exit mobile version