Banjarmasin, Jukung.co.id – Musibah terbaliknya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa kada hanya menyisakan duka wan kehilangan harta benda bagi buhan korban. Sejumlah penumpang jua harus menunda rencana wan impian nang sebelumnya telah dipersiapkan sebelum berangkat menuju Banjarmasin.
Salah satunya dialami Diva Saputra, pemuda 19 tahun asal Purbalingga, Jawa Tengah.
Diva Saputra merupakan salah satu korban selamat KM Virgo Transport 8 mengisahakan pengalamannya wayah ditemui dalam kunjungan Ketua Umum DPP FKPWK bersama rombongan ke lokasi penampungan korban KM Virgo Transport 8 di Hotel Citra Raya Banjarmasin, tengah hari Rabu (16/9/2026).
Wayah kejadian, Diva Saputra mengaku sedang tertidur. Ia kemudian terbangun setelah mendengar teriakan sejumlah urang.
Ketika membuka mata, posisi kapal sudah dalam keadaan miring. Suasana panik pun membuat dirinya kada sempat mencari rekan-rekan nang sebelumnya berada satu kamar dengannya di kelas ekonomi.
Dalam kondisi tersebut, masing-masing penumpang berusaha menyelamatkan diri. Diva Saputra akhirnya berhasil keluar wan menaiki sekoci sekitar pukul 01.30 WITA, setelah kapal terbalik sekitar pukul 01.00 WITA.
Namun, perjuangannya belum berakhir. Bersama sembilan korban lainnya, Diva Saputra harus bertahan di dalam satu sekoci selawas berjam-jam di tengah laut. Mereka baru ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 10.00 WITA.
Selawas kurang lebih delapan jam, Diva Saputra wan korban lainnya terombang-ambing menunggu pertolongan. Dari sepuluh urang nang berada di sekoci tersebut, hanya satu di antaranya perempuan.
Setelah berhasil ditemukan, buhan korban kemudian mendapat penanganan. Sebagian ditempatkan di lokasi penampungan, sementara korban lainnya dirujuk ke rumah sakit sesuai kondisi masing-masing.
Bahkan, mereka telah ditemani sasaurang nang mengajak wan mengarahkan mereka untuk bekerja. Namun, rencana tersebut harus tertunda setelah musibah KM Virgo Transport 8 terjadi di tengah perjalanan.
Dengan wajah sedih, Diva Saputra mengatakan dari rekan-rekannya nang berangkat matan Surabaya, sebagian telah diketahui selamat, sementara dua urang lainnya masih dalam pencarian.
Untuk sementara, setelah meninggalkan penampungan, Diva Saputra berencana kembali ke Purbalingga bersama ayahnya. Impian bekerja di perusahaan sawit di Kalimantan pun untuk sementara harus ia simpan.
Diva Saputra berharap, setelah kondisi kembali memungkinkan, kesempatan untuk bekerja di Kalimantan kembali datang kepadanya.
Sementara itu, dukungan terhadap penanganan pascamusibah jua dilakukan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan.
Pelindo menyiapkan fasilitas dermaga bagi kapal nang membawa barang-barang milik korban KM Virgo Transport 8.
Selain fasilitas sandar, Pelindo jua menyediakan area penempatan sementara gasan barang-barang milik korban nang tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai bagian dari dukungan operasional pelabuhan sebelum proses penanganan selanjutnya dilakukan oleh instansi terkait sesuai kewenangannya.
“Pelindo menyiapkan dermaga gasan kapal nang membawa barang-barang milik korban serta area penempatan sementara di Pelabuhan Trisakti. Pelayanan tersebut kami lakukan dengan tetap menjaga kelancaran operasional wan pelayanan kepelabuhanan,” ujarnya, jelang kamarian Jumat (18/09/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pelindo terus berkoordinasi lawan pemangku kepentingan terkait gasan memastikan kebutuhan fasilitas di kawasan pelabuhan dapat terpenuhi.
Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan jua memastikan dukungan fasilitas kepelabuhanan akan terus diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sementara untuk pendataan, identifikasi, serta penanganan barang-barang milik korban, proses selanjutnya mengacu pada informasi wan arahan resmi matan instansi nang berwenang.
Bagi buhan korban yang selamat, musibah KM Virgo Transport 8 kini bukan hanya tentang bagaimana mereka bertahan dari ganasnya Laut Jawa, tetapi jua tentang menata kembali rencana kehidupan nang sempat mereka bawa dalam perjalanan menuju Kalimantan. (HNG/JCI).
