Banjarbaru, Jukung.co.id — Kabut asap nang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan membuat aktivitas pembelajaran di sekolah harus lebih adaptif. Pemerintah Provinsi Kalsel menyiapkan opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah nang berada di wilayah dengan kondisi kabut asap pekat.
Kebijakan dituangkan melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan wan Kebudayaan Kalsel Nomor 9 Tahun 2026. Edaran itu mengatur pelaksanaan pembelajaran pada jenjang SMA, SMK, wan SLB dengan mempertimbangkan kondisi kabut asap di masing-masing wilayah.
“Berdasarkan surat edaran matan Dinas Pendidikan Nomor 9 Tahun 2026 tertanggal 18 kemarin, untuk PJJ kita imbau agar dilaksanakan secara tentatif, tergantung kondisi di lapangan. Apabila kabut asapnya memburuk, kita arahkan pihak sekolah untuk melakukan PJJ,” ujar Abdul Rahim wayah ditemui seusai kegiatan penyerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, baisukan Senin (31/08/2026).
Dengan skema tersebut, sekolah nang berada di daerah dengan kondisi udara relatif aman masih dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sementara sekolah nang berdekatan atau terdampak kabut asap dapat mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem jarak jauh.
Menurut Abdul Rahim, fleksibilitas diperlukan karena kondisi kabut asap kada selalu sama antara satu wilayah lawan wilayah lainnya. Karena itu, keputusan pelaksanaan PJJ menjadi bagian dari penyesuaian sekolah terhadap situasi di lapangan.
“Dengan adanya surat edaran matan kementerian wan matan Sekda, kita harus mengikuti apa nang disampaikan dalam edaran tersebut. Jadi, gasan sekolah nang memang berdekatan lawan kabut asap tadi, kita lakukan PJJ, tergantung kondisi di sekitar sekolah,” tegasnya.
Kebijakan ini membuat sekolah kada serta-merta menghentikan kegiatan belajar ketika kabut asap muncul. Proses pendidikan tetap diupayakan berjalan, namun metode pembelajaran dapat diubah apabila kondisi lingkungan dinilai kurang mendukung kegiatan tatap muka.
Penerapan PJJ jua bersifat sementara. Disdikbud Kalsel akan melakukan evaluasi secara berkala dengan melihat perkembangan kondisi kabut asap di masing-masing wilayah.
Artinya, ketika kondisi udara membaik wan lingkungan sekolah kembali dinilai aman, kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan sesuai ketentuan.
Langkah tersebut menjadi upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara keberlangsungan pendidikan wan perlindungan terhadap peserta didik serta tenaga pendidik.
Di tengah kondisi kabut asap, sekolah jua dituntut mengikuti perkembangan situasi di sekitar lingkungan masing-masing. Dengan demikian, keputusan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih responsif tanpa harus menerapkan kebijakan nang sama gasan sabarataan daerah.
Abdul Rahim berharap kondisi kabut asap dapat segera mereda sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung secara normal.
Untuk sementara, sekolah di wilayah terdampak diminta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi aktual, sementara sekolah di wilayah nang relatif aman tetap dapat menjalankan pembelajaran tatap muka.
Melalui kebijakan tersebut, Disdikbud Kalsel menegaskan kabut asap kada harus menghentikan proses pendidikan. Ketika kondisi kada memungkinkan gasan belajar di ruang kelas, pembelajaran dapat berpindah sementara ke ruang belajar matan rumah. (MC.Kalsel/JCI).
