Banjarmasin, Jukung.co.id – Upaya perlindungan terhadap babinian wan anak di Banjarmasin terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya dilakukan Forum Kerukunan Pemerhati Warga Kalimantan atau FKPWK yang menyatakan kesiapan bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan wan Perlindungan Anak atau DP3A Banjarmasin.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum DPP FKPWK, Rachmad Fadillah, S.H., usai membuka kegiatan Pembekalan Branding wan Strategi Pemasaran di Era Digital yang digelar FKPWK bersama Dinas Perdagangan wan Perindustrian Banjarmasin serta Komunitas Wanita Cerdas Berdaya.
Kegiatan yang diikuti puluhan pelaku UMKM tersebut berlangsung di Aula Rumah Kemasan Banjarmasin, Jalan Hasan Basri, Kompleks Meranti, Kecamatan Banjarmasin Utara, baisukan Rabu (15/07/2026).
Rachmad Fadillah mengatakan, FKPWK siap mengambil bagian dalam upaya perlindungan babinian wan anak, khususnya melalui dukungan wan pendampingan matan sisi hukum.
Sebagai saurang pengacara, ia menyatakan siap membantu masyarakat yang menghadapi persoalan hukum, termasuk kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT maupun persoalan lain yang berkaitan lawan perlindungan babinian wan anak.
Ia juga mengajak masyarakat yang menjadi korban kekerasan untuk kada takut mencari bantuan wan menempuh jalur hukum. Menurutnya, korban maupun keluarga dapat mencari pendampingan supaya persoalan yang dihadapi mendapatkan penanganan yang tepat.
Rachmad Fadillah mempersilakan masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum untuk datang ke kantor DPP FKPWK di kawasan Citraland Banjarmasin, Jalan A. Yani Paal 7,8, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Menurutnya, kolaborasi lawan DP3A Banjarmasin diharapkan dapat memperkuat upaya bersama dalam memberikan perlindungan wan pendampingan kepada masyarakat, terutama babinian wan anak yang menghadapi persoalan kekerasan maupun permasalahan hukum.
Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan DP3A Banjarmasin, Nazwa Adibah, S.Si., Apt., menyambut baik rencana kerja sama tersebut.
Ia menegaskan, komitmen DP3A kada hanya sebatas memberikan perlindungan lawan babiniaan wan anak matan tindakan kekerasan, tetapi juga memastikan hak-hak mereka tetap terpenuhi.
Menurut Nazwa Adibah, babinian wan anak yang menjadi korban kekerasan sering kali menghadapi persoalan yang lebih kompleks. Karena itu, perlindungan yang diberikan harus mencakup pemulihan hak, rasa aman, kenyamanan, hingga keberlangsungan kehidupan korban setelah mengalami kekerasan.
DP3A Banjarmasin, lanjutnya, terus mendorong masyarakat supaya berani melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindak kekerasan. Ia mengingatkan supaya kasus kekerasan dalam rumah tangga kada dibiarkan wan kada diselesaikan lawan cara mendiamkan persoalan.
Nazwa Adibah berharap masyarakat dapat membangun kepercayaan terhadap pemerintah wan lembaga yang memiliki kewenangan dalam memberikan perlindungan, sehingga setiap kasus yang terjadi dapat segera ditindaklanjuti.
Kolaborasi antara FKPWK wan DP3A Banjarmasin diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi, perlindungan, serta pendampingan hukum gasan babinian wan anak.
Melalui sinergi tersebut, masyarakat diharapkan semakin berani bersuara wan melapor ketika menghadapi kekerasan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman wan memberikan perlindungan terhadap hak-hak babinian wan anak di Banjarmasin. (HNG/JCI).












