Resmikan Asrama Haji Banjarmasin, Menteri Haji: Jangan Sampai Bangunan Megah Hanya Jadi Beban Anggaran

Resmikan Asrama Haji Banjarmasin, Menteri Haji: Jangan Sampai Bangunan Megah Hanya Jadi Beban Anggaran

Banjarbaru, Jukung.co.id – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan haji wan umrah melalui pembangunan infrastruktur yang lebih representatif. Salah satunya diwujudkan dengan peresmian Gedung SBSN 2025 Asrama Haji Kelas I Banjarmasin oleh Menteri Haji wan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Jalan Jenderal Ahmad Yani Paal. 28, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, baisukan Jumat (10/07/2026).

Dalam peresmian tersebut, Menteri Haji menegaskan  pembangunan asrama haji kada boleh berhenti pada penyediaan fasilitas fisik semata. Menurutnya, sabarataan aset negara yang telah dibangun harus dikelola secara optimal agar memberikan manfaat yang luas, baik gasan pelayanan masyarakat maupun peningkatan penerimaan negara.

Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan, Indonesia wayah ini memiliki lebih dari 30 asrama haji. Namun, hanya sekitar 16 di antaranya yang berfungsi sebagai embarkasi pemberangkatan jamaah haji. Kondisi tersebut menjadi tantangan gasan pemerintah untuk memastikan sabarataan aset dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Membangun gedung memang membutuhkan proses yang panjang, tetapi menjaga, merawat, wan mengoptimalkan pemanfaatannya merupakan pekerjaan yang jauh lebih besar. Karena itu, kami berharap Asrama Haji Banjarmasin bujur-bujur menjadi aset yang produktif wan memberikan manfaat gasan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mochamad Irfan Yusuf, pemerintah mewarisi berbagai aset asrama haji dengan kondisi yang berbeda-beda. Ada yang sudah memiliki fasilitas modern, ada pula yang memerlukan revitalisasi wan pembenahan agar mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia mengingatkan sabarataan fasilitas tersebut dibangun menggunakan dana negara yang bersumber matan masyarakat. Karena itu, setiap bangunan harus dipertanggungjawabkan melalui pengelolaan yang profesional, efektif, wan berorientasi pada pelayanan publik.

“Sabarataan aset ini adalah amanah. Dibangun lawan duit rakyat wan duit umat. Jangan sampai gedung yang sudah berdiri justru kada dimanfaatkan secara optimal. Kita harus memastikan sabarataan fasilitas memberi nilai tambah gasan masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Menteri Haji mendorong perubahan paradigma pengelolaan asrama haji. Menurutnya, asrama haji kada hanya berfungsi wayah musim penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi pusat layanan atau service hub gasan jamaah umrah.

Dengan fasilitas yang semakin lengkap, jamaah umrah diharapkan dapat memperoleh berbagai layanan administrasi, pembinaan, hingga persiapan keberangkatan di satu lokasi yang terintegrasi sebelum menuju Tanah Suci.

“Kami ingin keberadaan asrama haji bujur-bujur dirasakan manfaatnya sepanjang tahun. Kada hanya melayani jamaah haji, tetapi juga menjadi pusat pelayanan jamaah umrah sehingga aset negara ini terus produktif,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mochamad Irfan Yusuf juga membagikan pengalaman penyelenggaraan embarkasi haji di Daerah Istimewa Yogyakarta yang pada musim haji tahun ini berhasil memberangkatkan jamaah secara langsung melalui bandara internasional tanpa harus memiliki asrama haji sebagai embarkasi utama.

Menurutnya, model pelayanan tersebut dapat menjadi referensi gasan daerah lain yang memenuhi persyaratan, terutama dari sisi kesiapan infrastruktur bandara wan jumlah jamaah.

Peresmian Gedung SBSN 2025 Asrama Haji Kelas I Banjarmasin menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelayanan ibadah haji wan umrah di Kalimantan Selatan. Selain meningkatkan kenyamanan jamaah, pengembangan fasilitas ini juga diharapkan mampu mendorong pengelolaan aset negara yang lebih produktif, profesional, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. (MC Kalsel/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *