Banjarmasin, Jukung.co.id – Dinas Kesehatan Banjarmasin mulai mematangkan pelaksanaan Lomba Posyandu Tingkat Kota Tahun 2026 melalui rapat persiapan yang digelar di Aula Lantai 1 Dinas Kesehatan Banjarmasin, Jalan Pramuka, Kompleks Tirta Dharma (PDAM) Pal 6, Banjarmasin Timur, baisukan Jumat (03/07/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi sabarataan pihak sebelum proses penilaian dimulai.
Rapat dihadiri Tim Pembina Posyandu tingkat kota, kecamatan, wan kelurahan, tim penilai, pengelola Posyandu, kader, serta sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembinaan Posyandu di Banjarmasin.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Banjarmasin, Yanuar Diansyah, SKM., M.Kes., mengapresiasi komitmen sabarataan peserta yang terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan Posyandu.
“Kami mengapresiasi sabarataan peserta yang telah meluangkan waktu wan menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan Posyandu. Kehadiran sabarataan unsur pembina wan kader menjadi bukti nyata sinergi bersama gasan mewujudkan pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, Posyandu wayahini memasuki babak baru setelah terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu. Regulasi tersebut memperluas fungsi Posyandu, kada hanya sebagai pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Transformasi ini bertujuan memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Kada hanya melayani bidang kesehatan, tetapi juga mendukung enam bidang SPM sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024,” jelasnya.
Selain perubahan kelembagaan, sistem pelayanan Posyandu juga mengalami transformasi. Pelayanan yang sebelumnya dipisahkan berdasarkan kelompok sasaran, nangkaya balita, remaja, lansia, wan Posbindu, wayahini diintegrasikan menjadi satu layanan berbasis siklus hidup sehingga masyarakat dari berbagai kelompok usia dapat memperoleh pelayanan secara lebih efektif wan berkesinambungan.
Yanuar Diansyah menegaskan, Lomba Posyandu Tingkat Kota bukan semata-mata ajang mencari yang terbaik, melainkan menjadi media evaluasi gasan mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Melalui lomba ini kami ingin memberikan apresiasi kepada kader Posyandu sekaligus melakukan evaluasi wan pembinaan agar mutu pelayanan Posyandu di Banjarmasin terus meningkat,” pungkasnya.
Dalam rapat tersebut, peserta juga menerima penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan lomba, indikator penilaian, hingga berbagai aspek yang perlu dipersiapkan. (EPW/JCI).












