Rp3 Miliar Digelontorkan! Pemko Banjarmasin Kebut Normalisasi Sungai Cegah Banjir

Rp3 Miliar Digelontorkan! Pemko Banjarmasin Kebut Normalisasi Sungai Cegah Banjir

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat upaya pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai yang dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah. Selain mengurangi sedimentasi, program tersebut juga bertujuan meningkatkan kapasitas aliran banyu agar genangan dapat lebih cepat surut wayah curah hujan tinggi.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Dinas Pekerjaan Umum wan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar melalui APBD Tahun 2026.

Anggaran tersebut digunakan gasan berbagai kegiatan, mulai dari pembersihan vegetasi liar yang menutupi badan sungai, pengerukan sedimentasi, hingga penataan aliran sungai pada sejumlah titik yang masuk kategori prioritas.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, mengatakan program normalisasi sungai merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin yang menekankan pentingnya mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran utama drainase kota.

Menurutnya, perkembangan kawasan permukiman yang cukup pesat di bantaran sungai menyebabkan beberapa aliran sungai mengalami penyempitan wan pendangkalan sehingga perlu dilakukan penanganan secara berkala.

“Dalam empat bulan pertama tahun ini kami telah melakukan normalisasi di sejumlah sungai, antara lain kawasan Sungai Miai Dalam, HKSN, Gatot Subroto, Sungai Guring Lingkar Dalam Selatan, Belitung, Prona, Simpang Limau, Jafri Zamzam, Skip Lama, Sutoyo, Kinibalu, wan Cempaka Raya,” ujarnya, baisukan Ahad (14/06/2026).

Chandra Iriandi Wijaya menjelaskan, hingga April 2026 sedikitnya terdapat 12 titik sungai yang telah ditangani. Program tersebut kemudian berlanjut pada Mei dengan menyasar aliran sungai di kawasan Veteran wan Mandastana.

“Dari Januari sampai April sudah ada 12 sungai yang dinormalisasi. Memasuki Mei, pekerjaan masih berjalan di dua sungai lainnya. Insyaallah tahun ini program normalisasi wan penataan sungai di Banjarmasin dapat diselesaikan sesuai target,” jelasnya.

Ia menambahkan, normalisasi sungai kada hanya berfokus pada pengerukan sedimen, tetapi juga memastikan aliran banyu dapat mengalir lebih lancar sehingga risiko genangan wan banjir dapat ditekan.

Menurutnya, sedimentasi yang terus menumpuk selawas ini menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas sungai dalam menampung debit banyu, terutama wayah musim hujan.

Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin terus berkomitmen melakukan penataan sungai secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Melalui program ini, diharapkan kapasitas sungai semakin optimal, genangan dapat berkurang, wan masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari peningkatan infrastruktur pengendalian banjir yang lebih baik. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *