Banjarbaru, Jukung.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum wan Penataan Ruang (PUPR) memastikan pembangunan fisik Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari telah memasuki tahap akhir. Bangunan utama beserta fasilitas utama telah rampung, sementara pekerjaan wayahini difokuskan pada penataan lanskap wan penyelesaian sejumlah ruang pendukung.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalimantan Selatan, Ryan Tirta Nugraha, menjelaskan pembangunan masjid dilakukan secara bertahap sejak 2023. Tahap awal meliputi pembangunan gedung utama yang diselesaikan pada 2024, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sayap kanan, sayap kiri, wan plaza pada 2025.
“Bangunan utama masjid sudah selesai seluruhnya. Wayahini pekerjaan yang masih berlangsung lebih banyak pada penataan kawasan luar wan beberapa ruang pendukung yang masih menunggu arahan pemanfaatan matan pengelola,”ujarnya, jelang tengah hari Kamis (11/06/2026).
Menurutnya, sejumlah ruang di bagian bawah bangunan belum difungsikan karena masih menyesuaikan kebutuhan operasional yang akan ditetapkan oleh pengelola masjid.
Selain penyelesaian bangunan, PUPR Kalsel juga tengah mempercepat penataan kawasan agar lingkungan masjid semakin nyaman wan representatif. Pekerjaan lanskap mencakup pembangunan taman, drainase, jalur pedestrian, area parkir, kolam, vegetasi, hingga pemasangan penerangan jalan umum.
“Progres pekerjaan lanskap wayahini sudah sekitar 30 persen wan terus berjalan. Kami optimistis kawasan ini sudah dapat dimanfaatkan wayah rangkaian Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan berlangsung,” jelasnya.
Ryan Tirta Nugraha menambahkan, konsep ruang terbuka hijau di kawasan masjid kada hanya menghadirkan tanaman peneduh, tetapi juga berbagai tanaman buah yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan lebih asri sekaligus mendukung ekosistem alami.
“Kami ingin kawasan masjid menjadi ruang publik yang nyaman, teduh, sekaligus menghadirkan suasana alami sehingga masyarakat semakin betah beraktivitas di sini,” jelasnya.
Terkait peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan, Ryan Tirta Nugraha mengungkapkan berdasarkan arahan pimpinan, kawasan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari direncanakan menjadi lokasi utama pelaksanaan kegiatan. Konsep peringatan tahun ini akan lebih sederhana dengan mengedepankan nilai religius, meski agenda pendukung nangkaya Kalsel Expo tetap berpeluang dilaksanakan.
Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dirancang menjadi salah satu ikon religi Kalimantan Selatan dengan kapasitas mencapai 3.288 jamaah. Kehadiran masjid diharapkan kada hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, budaya, wan destinasi wisata religi yang memperkuat identitas Kalimantan Selatan sebagai daerah yang religius. (MC Kalsel/JCI).












