Sebelum Pendapatan Naik, Harga Sudah Naik Duluan, DPRD Soroti Pasar Banjarmasin

Sebelum Pendapatan Naik, Harga Sudah Naik Duluan, DPRD Soroti Pasar Banjarmasin

Banjarmasin, Jukung.co.id — Kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat menjadi perhatian DPRD Banjarmasin. Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan wan Perindustrian atau Disperdagin diminta melakukan evaluasi terhadap perkembangan harga barang di sabarataan pasar yang ada di Banjarmasin.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Mathari, mengatakan evaluasi diperlukan gasan mengetahui kondisi harga barang secara menyeluruh sekaligus mencari langkah yang dapat dilakukan pemerintah gasan menjaga daya beli masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Mathari jelang tengah hari, Rabu (10/06/2026).

Menurutnya, masyarakat wayah ini dihadapkan pada kondisi harga sejumlah kebutuhan yang sudah mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani apabila kada diimbangi dengan peningkatan pendapatan masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu melakukan kajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi harga barang di pasaran.

“Jangan sampai masyarakat diberatkan lawan adanya kenaikan harga barang. Karena sebelum kenaikan pendapatan wan lainnya, harga-harga di pasaran sudah naik,” ujarnya.

Politisi PKS tersebut meminta Disperdagin kada hanya memantau harga di satu atau dua pasar, tetapi melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi perdagangan di berbagai pasar di Banjarmasin.

Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah gasan menentukan langkah pengendalian harga yang lebih tepat.

Mathari menilai, upaya menjaga stabilitas harga kada cukup hanya mengandalkan program operasi pasar murah yang selawas ini dilakukan pemerintah.

Meski demikian, menurutnya, operasi pasar murah tetap memiliki peran penting sebagai salah satu langkah gasan membantu masyarakat sekaligus memberikan tekanan terhadap harga komoditas tertentu.

“Kalau pasar murah kada akan bisa menurunkan harga-harga barang di pasaran, paling kada membantu menekan harga barang di pasaran,” ucapnya.

Menurut Mathari, tingginya harga barang di pasaran dapat dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya adalah meningkatnya biaya distribusi, transportasi, hingga harga bahan bakar minyak atau BBM.

Kondisi tersebut kemudian dapat menjadi alasan bagi pedagang gasan menyesuaikan harga jual barang kepada konsumen.

“Pedagang bisa saja beralasan harga, transportasi, wan BBM sudah mahal. Walaupun belum tentunya adanya perubahan kenaikan, tapi dunia pasar sudah nangkaya itu,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah melakukan kajian secara menyeluruh gasan melihat rantai distribusi barang matan pemasok hingga sampai ke konsumen.

Evaluasi tersebut dinilai penting gasan mengetahui apakah kenaikan harga yang terjadi memang disebabkan faktor biaya distribusi wan pasokan atau terdapat faktor lain yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

Mathari berharap Disperdagin dapat mengambil langkah konkret setelah melakukan evaluasi wan kajian harga di pasar-pasar Banjarmasin.

Langkah pengendalian harga tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat sekaligus mencegah kenaikan harga yang semakin membebani daya beli warga.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus memantau perkembangan harga di lapangan wan memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. (HNG/JCI).

Jangan Kada Ingat Picik Link Video Ini

Exit mobile version