Banjarmasin, Jukung.co.id – Musibah kebakaran yang melanda kawasan Jalan S. Parman Gang Kalimantan I, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat, dini hari Rabu (03/06/2026), kada hanya menyisakan duka gasan warga yang kehilangan tempat tinggal. Kebakaran tersebut juga memberikan pukulan berat gasan dunia pendidikan setelah 8 ruangan MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin ikut hangus dilalap api.
Bangunan sekolah yang berada di kompleks Perguruan Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan itu mengalami kerusakan parah akibat kobaran api yang menjalar matan kawasan permukiman padat penduduk di sekitarnya.
Ruangan yang terbakar kada hanya ruang kelas, tetapi juga sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar yang selawas ini menjadi sarana penting gasan peserta didik.
“Yang terdampak ada sekitar 8 ruangan. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, laboratorium bahasa hingga laboratorium komputer,” ujarnya wayah ditemui di lokasi, baisukan Rabu (03/06/2026).
Untuk sementara waktu, pihak sekolah memutuskan meliburkan peserta didik sembari menyiapkan langkah-langkah darurat agar proses pendidikan dapat segera kembali berjalan.
Menurut Muhammad Yusuf, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan jajaran Pimpinan Muhammadiyah Cabang Banjarmasin 1 gasan mencari solusi terbaik agar kegiatan belajar mengajar kada terhenti terlalu lawas.
“Kami akan berkomunikasi dengan sabarataan pimpinan Muhammadiyah gasan mencari langkah terbaik sehingga proses belajar mengajar tetap bisa berjalan,” jelasnya.
Sejumlah alternatif pun mulai disiapkan. Salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas lain yang masih tersedia di lingkungan Perguruan Muhammadiyah.
Langkah tersebut dinilai penting agar buhan siswa tetap dapat mengikuti proses pendidikan tanpa harus menunggu pembangunan kembali gedung yang rusak.
Muhammad Yusuf mengungkapkan kondisi bangunan yang terbakar wayahini sudah kada memungkinkan gasan digunakan kembali karena mengalami kerusakan berat di hampir sabarataan bagian.
Karena itu, pihak sekolah berharap adanya dukungan wan perhatian matan berbagai pihak gasan membantu pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak musibah tersebut.
“Kondisinya sudah kada bisa digunakan lagi. Kami berharap ada perhatian wan dukungan agar proses belajar mengajar bisa kembali normal nangkaya sediakala,” ujarnya.
Meski menghadapi cobaan besar, pihak sekolah memastikan akan terus berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan gasan sabarataan peserta didik. Fokus utama wayahini adalah memastikan siswa tetap dapat belajar wan mengikuti tahapan akademik yang sedang berlangsung. (HNG/JCI).
