Banjarmasin, Jukung.co.id – Dinas Pendidikan Banjarmasin pada tahun 2026 mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3,1 miliar gasan jasa pengawasan rehabilitasi sejumlah sekolah dasar wan pembangunan fasilitas pendidikan di Banjarmasin.
Anggaran tersebut mencakup jasa pengawasan rehabilitasi total bangunan SD Negeri Pelambuan 4, SD Negeri Kelayan Barat 2, serta SD Negeri Pengambangan 8 Banjarmasin dengan nilai masing-masing sekitar Rp698 juta.
Selain itu, terdapat pula anggaran jasa pengawasan pembangunan baru SMP Negeri 35 wan SMP Negeri 26 Banjarmasin sebesar Rp780 juta, serta pembangunan ruang kelas baru wan pengerasan halaman sekolah di sejumlah sekolah dasar lainnya.
Namun di tengah besarnya anggaran rehabilitasi wan penataan sekolah, kondisi SD Negeri Basirih 10 Banjarmasin nang berada di kawasan ujung selatan justru masih memprihatinkan.
Akses menuju sekolah hingga wayahini masih berlubang, berlumpur, licak wan licin, terutama wayah hujan turun. Kondisi tersebut membuat buhan peserta didik wan guru harus ekstra hati-hati ketika menuju sekolah.
Kepala SDN Basirih 10 Banjarmasin, Irnawati, mengatakan kondisi jalan menuju sekolah semakin memburuk wan sering menyebabkan peserta didik terjatuh.
“Akses jalan menuju sekolah semakin parah, berlubang, licak wan licin. Kasihan kakanakan tulak ke sekolah rancak tagugur,” ujarnya, baisukan Selasa (12/05/2026).
Meski dengan segala keterbatasan yang ada, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berjalan nangkaya biasa.
Irnawati mengungkapkan, semangat buhan guru wan peserta didik kada pernah surut meskipun harus menghadapi kondisi akses yang sulit saban hari.
Menurutnya, sebagian peserta didik bahkan harus bajalan batis cukup jauh untuk bisa sampai ke sekolah.
“Alhamdulillah di tengah kondisi akses jalan yang hanya apa adanya menuju sekolah, kami tetap semangat mengajar wan memberikan pembelajaran kepada peserta didik,” ucapnya.
Wayahini, SDN Basirih 10 memiliki sekitar 42 peserta didik dengan delapan tenaga pendidik yang saban hari tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar di tengah keterbatasan fasilitas.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi akses jalan menuju sekolah agar peserta didik dapat belajar dengan lebih aman wan nyaman.
“Tentunya harapan kami dari guru-guru yang ada di terujung Banjarmasin, akses jalan menuju sekolah bisa segera diperbaiki demi kakanakan bisa belajar dengan nyaman,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama, menyampaikan pihaknya masih mencari solusi terbaik terkait keberadaan SDN Basirih 10, termasuk opsi relokasi maupun regrouping sekolah.
Persoalan akses menuju SDN Basirih 10 wayahini menjadi perhatian warga karena dinilai menyangkut hak anak dalam memperoleh pendidikan yang layak wan aman. (EPW/JCI).












