Cegah Kekerasan di Daycare, Pemko Banjarmasin Bekali Pengasuh Hak Anak

Cegah Kekerasan di Daycare, Pemko Banjarmasin Bekali Pengasuh Hak Anak

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan Kota Layak Anak melalui peningkatan kualitas pengasuhan wan perlindungan terhadap anak usia dini.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui sosialisasi Konvensi Hak Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan wan Perlindungan Anak (P3A)  Banjarmasin dengan melibatkan puluhan pengasuh serta pengelola Tempat Penitipan Anak (TPA) atau daycare di Banjarmasin, di Aula Banjarmasin Creative Hub, Jalan Ahmad Yani Paal 4, Banjarmasin Timur, baisukan Senin (11/05/2026).

Kepala Dinas P3A Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, mengatakan Konvensi Hak Anak menjadi fondasi penting dalam menjamin setiap anak mendapatkan hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, hingga berpartisipasi sesuai usia wan tingkat perkembangannya.

Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut harus diterapkan dalam praktik pengasuhan sehari-hari, terutama di lingkungan daycare wan tempat penitipan anak.

“Nilai-nilai Konvensi Hak Anak harus diwujudkan melalui lingkungan yang aman, nyaman, ramah anak, serta bebas dari kekerasan maupun diskriminasi,” ujarnya..

Ia menilai peningkatan kapasitas pengelola wan pengasuh daycare menjadi hal penting agar lembaga layanan anak mampu memberikan pola pengasuhan yang berkualitas wan berpihak pada kepentingan terbaik gasan anak.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, buhan peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan anak, pola pengasuhan yang sehat, hingga upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan penitipan anak.

Muhammad Ramadhan berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran buhan pengelola daycare untuk menciptakan lingkungan yang bujur-bujur aman wan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Saya berharap buhan pengasuh wan pengelola daycare semakin memahami pentingnya penerapan prinsip-prinsip Konvensi Hak Anak sehingga kakanakan di Banjarmasin dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, bahagia wan terlindungi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di sejumlah daycare di luar daerah yang menjadi perhatian serius pemerintah.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi pengingat penting bila wadah penitipan anak kada hanya berfungsi sebagai wadah pengawasan, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman, nyaman wan penuh kasih sayang gasan anak.

“Ada beberapa kasus daycare di luar daerah yang melakukan kekerasan terhadap anak. Karena itu kami ingin memastikan daycare di Banjarmasin bujur-bujur menjadi wadah yang aman tanpa adanya tindak kekerasan,” tambahnya.

Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan kegiatan sosialisasi wan pembinaan terhadap pengelola serta pengasuh daycare akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak wan mendukung terwujudnya Kota Layak Anak di Banjarmasin. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *