Jakarta, Jukung.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan mengambil langkah formal dalam merespons aspirasi kader Partai NasDem terkait pemberitaan salah satu media nasional. Berkas aspirasi tersebut secara resmi diserahkan kepada PWI Pusat di Jakarta, jelang tengah hari Jumat (17/04/2026).
Penyerahan dilakukan Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmie, wan diterima Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, sebagai bagian dari mekanisme organisasi dalam menindaklanjuti aspirasi yang berkembang di daerah.
Zainal Helmie menegaskan, posisi PWI Kalsel dalam hal ini adalah sebagai fasilitator yang menjembatani aspirasi kader Partai NasDem agar dapat diproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku dalam dunia pers.
“Aspirasi ini kami fasilitasi agar dapat disampaikan ke tingkat pusat wan diproses sesuai aturan. PWI Kalsel kada dalam posisi menilai, tetapi memastikan aspirasi berjalan melalui jalur yang benar,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi profesi wartawan untuk menjaga ruang dialog yang sehat antara warga, partai politik, wan media.
Sementara itu, Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, memastikan pihaknya menerima berkas aspirasi tersebut wan akan menindaklanjutinya sesuai prosedur yang berlaku. Ia menegaskan setiap persoalan pemberitaan harus diselesaikan melalui mekanisme resmi, bukan melalui opini sepihak.
“Aspirasi ini kami terima wan akan kami teruskan ke Dewan Pers gasan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” jelas Akhmad Munir.
Menurutnya, peran PWI kada hanya menjaga kebebasan pers, tetapi juga memastikan bahwa setiap sengketa pemberitaan dapat diselesaikan secara profesional, berimbang, wan berlandaskan kode etik jurnalistik.
Akhmad Munir juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan pers wan tanggung jawab jurnalistik. Ia mengingatkan kritik terhadap media merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan melalui mekanisme yang tepat.
Sebelumnya, kader Partai NasDem Kalimantan Selatan menyampaikan keberatan terhadap pemberitaan Majalah Tempo edisi 12–17 April 2026 yang dinilai memuat karikatur wan framing negatif terhadap Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi bersama PWI Kalsel di Gedung PWI Banjarmasin, jelang kamarian Rabu (15/04/2026). Dalam pertemuan itu, kader NasDem meminta agar persoalan tersebut dapat difasilitasi wan ditindaklanjuti melalui jalur resmi.
Dengan diteruskannya aspirasi ke PWI Pusat, diharapkan proses penyelesaian dapat berjalan secara objektif wan profesional melalui Dewan Pers sebagai lembaga yang berwenang menangani sengketa pemberitaan.
Langkah ini sekaligus menjadi contoh bahwa penyelesaian persoalan pers di Indonesia tetap mengedepankan mekanisme etik wan kelembagaan, gasan menjaga kualitas serta akuntabilitas media di tengah dinamika demokrasi. (RLS/JCI).
