Produksi Tembus 10 Ribu Ton! Banjarmasin Gaspol Tanam Padi Meski Lahan Terbatas

Produksi Tembus 10 Ribu Ton! Banjarmasin Gaspol Tanam Padi Meski Lahan Terbatas

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggencarkan sektor pertanian dengan memulai penanaman padi tahun 2026, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan.

Langkah tersebut ditandai dengan penanaman padi perdana yang dilakukan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin bersama jajaran TNI wan pemerintah daerah di kawasan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, baisukan Rabu (08/04/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1007/Banjarmasin, Kolonel CZI Slamet Riyadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian wan Perikanan (DKP3), Yuliansyah Effendi, serta Camat Banjarmasin Utara, Noorrahmawati.

Penanaman ini menjadi kelanjutan dari capaian produksi baras tahun sebelumnya yang mencapai 10.260 ton dari lahan seluas 1.937 hektare yang tersebar di lima kecamatan.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyampaikan keterbatasan lahan pertanian di kota seribu sungai ini menjadi tantangan besar dalam menjaga ketersediaan pangan. Namun, pihaknya berkomitmen untuk terus mengoptimalkan lahan yang tersisa agar tetap produktif.

“Dengan sisa lahan pertanian yang ada akan kami optimalkan. Kami juga berharap lahan ini kada dialihfungsikan menjadi perumahan,” ujarnya.

Selain mengoptimalkan lahan yang ada, Pemerintah Kota Banjarmasin juga menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah lain gasan menjaga stabilitas pasokan pangan.

Kepala DKP3 Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, menyebutkan keberhasilan panen pada 2025 menjadi motivasi gasan meningkatkan produksi di tahun ini.

Ia menjelaskan, produktivitas padi tahun lalu mencapai angka optimal, sehingga diharapkan capaian serupa bahkan lebih baik dapat diraih pada 2026.

“Alhamdulillah, tahun lalu kita menghasilkan lebih dari 10 ribu ton. Tahun ini seluruh lahan yang tersedia akan kita manfaatkan secara maksimal,” jelasnya.

Pada tahap awal, penanaman padi dilakukan di lahan seluas sekitar 245 hektare di kawasan Sungai Andai. Secara keseluruhan, luas lahan pertanian yang akan digarap tahun ini mencapai lebih dari 1.900 hektare.

Varietas yang digunakan adalah padi unggul jenis siam karang dukuh yang dinilai cocok dengan kondisi lahan di Banjarmasin.

Namun, tantangan tetap ada, terutama memasuki musim kemarau yang berpotensi mengganggu ketersediaan banyu di lahan pertanian.

Gasan mengantisipasi hal tersebut, DKP3 telah menyiapkan pompa banyu portabel yang akan didistribusikan ke sejumlah titik lahan pertanian.

“Musim kemarau menjadi tantangan, tetapi kami sudah menyiapkan pompa banyu gasan menjaga ketersediaan banyu,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap sektor pertanian tetap mampu berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan warga, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah keterbatasan lahan. (EPW/JCI).

Exit mobile version