Banjarmasin, Jukung.co.id – Kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 dimanfaatkan Anggota DPRD Banjarmasin kada hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga memberikan edukasi terkait penanganan persoalan lingkungan, khususnya masalah ratik rumah tangga.
Hal tersebut dilakukan Anggota DPRD Banjarmasin matan Fraksi Partai Gerindra, Gusti Yasni Iqbal, wayah melaksanakan reses di Jalan Sulawesi Gang Bandaneira, RT.20, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, jelang kamarian Ahad (05/04/2026).
Dalam pertemuan bersama warga, persoalan ratik menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian serius.
Di hadapan warga, Gusti Yasni Iqbal mengajak warga mulai menerapkan pola pengelolaan ratik matan lingkungan rumah tangga sebagai langkah awal mengurangi volume ratik di Banjarmasin.
Menurutnya, kesadaran warga dalam memilah ratik menjadi kunci penting dalam mendukung penanganan ratik secara berkelanjutan.
Ia mengimbau warga agar membiasakan memisahkan ratik organik wan anorganik sebelum dibuang.
“Sumber ratik kalau bisa diperkecil matan rumah tangga, yakni dengan dipilah-pilah. Pisahkan ratik organik wan anorganik,” ujarnya di sela kegiatan reses.
Ia menjelaskan, ratik organik nangkaya sisa makanan wan daun dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos, sementara ratik anorganik dapat didaur ulang sehingga kada sabarataan berakhir di wadah pembuangan akhir.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi penumpukan ratik sekaligus menjaga kebersihan lingkungan permukiman warga.
Selain memberikan edukasi, kegiatan reses juga menjadi wadah gasan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pelayanan publik, infrastruktur lingkungan, hingga persoalan kebersihan kota.
Warga pun menyambut positif sosialisasi tersebut wan berharap edukasi mengenai pengelolaan ratik dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga tingkat lingkungan terkecil.
Gusti Yasni Iqbal berharap kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat sehingga persoalan ratik di Banjarmasin dapat ditangani secara bersama-sama.
Ia juga menegaskan penanganan ratik kada bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif sabarataan lapisan warga.
Melalui kegiatan reses ini, DPRD Banjarmasin kada hanya berupaya menyerap kebutuhan warga, tetapi juga mendorong perubahan pola hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan wan kebersihan kota. (HNG/JCI).












