Reses DPRD Banjarmasin, Gusti Yasni Iqbal Sosialisasikan Pemilahan Ratik di Lingkungan Warga

Reses DPRD Banjarmasin, Gusti Yasni Iqbal Sosialisasikan Pemilahan Ratik  di Lingkungan Warga

Banjarmasin, Jukung.co.id – Agenda reses masa sidang I tahun 2026 kembali dimanfaatkan anggota DPRD Banjarmasin matan Fraksi Partai Gerindra, Gusti Yasni Iqbal, gasan mengedukasi warga, kali ini melalui sosialisasi tata cara pemilahan ratik.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pulau Laut RT 03 RW 10, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, mendapat perhatian serius dari warga, jelang kamarian  Jumat (03/04/2026).

 Hadir pula sejumlah perwakilan instansi terkait matan Pemerintah Kota Banjarmasin yang turut mendukung kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gusti Yasni Iqbal menekankan pentingnya kesadaran warga dalam memilah ratik sejak matan rumah tangga. Ia menjelaskan pemilahan ratik dapat memberikan manfaat kada hanya gasan lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi.

“Ratik basah nangkaya sisa makanan bisa diolah menjadi kompos, sementara ratik kering nangkaya kertas wan kardus bisa dijual. Ini bisa membantu menambah penghasilan keluarga,” ujarnya usai kegiatan reses.

Ia berharap, melalui sosialisasi ini warga dapat menerapkan kebiasaan memilah ratik dengan baik, sehingga volume ratik yang dibuang ke Wadah Pembuangan Akhir dapat ditekan secara signifikan.

Kasi Trantib Kelurahan Antasan Besar, Gusti Yasna Syahbana, menyampaikan pengelolaan ratik di wilayahnya wayahini sudah menunjukkan perkembangan positif.

Ia mengungkapkan, warga mulai terbiasa melakukan pemilahan ratik matan rumah, yang kemudian dilanjutkan oleh petugas di lapangan.

“Alhamdulillah, permasalahan ratik sudah mulai teratasi. Tapi sosialisasi tetap kami lakukan agar warga semakin disiplin memilah ratik organik wan anorganik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan peran agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat RT juga sangat membantu dalam mengedukasi warga serta menangani permasalahan ratik secara langsung di lingkungan.

Ketua RT 03, Suriansyah, turut mengakui sosialisasi pemilahan ratik di lapangan kada terlepas matan berbagai kendala. Namun demikian, pihaknya terus memberikan pemahaman kepada warga secara bertahap.

“Memang ada tantangan, tapi kami terus memberikan arahan. Apalagi ada dukungan matan agen 3R yang aktif membantu sosialisasi,” pungkasnya. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *