Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Badan Kepegawaian Daerah wan Diklat (BKD Diklat) resmi memberlakukan kewajiban penggunaan pakaian dinas beserta atribut lengkap gasan sabarataan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Banjarmasin.
Kebijakan ini dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Banjarmasin Nomor 14 Tahun 2026 tentang pakaian wan atribut ASN, yang menjadi pedoman resmi gasan sabarataan pegawai dalam menjalankan aktivitas kedinasan.
Kepala BKD Diklat Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, mengatakan aturan tersebut telah diberlakukan sejak dua pekan lalu wayahini mulai diawasi secara lebih ketat.
“Peraturan ini telah ditetapkan wan diberlakukan sejak dua pekan lalu sebagai pedoman penggunaan pakaian dinas gasan sabarataan ASN,” ujarnya, baisukan Rabu (01/04/2026).
Menurutnya, kebijakan ini bertujuan menciptakan keseragaman wan kerapian di lingkungan kerja, sekaligus meningkatkan kedisiplinan serta profesionalisme ASN dalam memberikan pelayanan kepada warga.
Dalam peraturan tersebut, diatur secara rinci jenis-jenis pakaian dinas yang wajib dikenakan sesuai lawan hari kerja maupun kegiatan kedinasan. Mulai pakaian dinas upacara, pakaian dinas harian, hingga pakaian dinas lapangan yang disesuaikanlawan tugas wan fungsi masing-masing ASN.
Kada hanya itu, penggunaan atribut juga menjadi perhatian utama. Setiap ASN diwajibkan mengenakan atribut lengkap nangkaya tanda pengenal, kelengkapan pakaian dinas, serta pin “Maju Sejahtera” yang harus digunakan saban hari kerja.
Totok Agus Daryanto menegaskan, kepatuhan terhadap aturan ini merupakan bagian matan upaya membangun budaya kerja yang tertib, disiplin, wan berorientasi pada pelayanan publik.
“Melalui penerapan aturan ini, kami berharap ASN dapat lebih profesional wan konsisten dalam menjalankan tugas, termasuk dalam hal penampilan sebagai representasi pelayanan pemerintah,” jelasnya.
Gasan memastikan implementasi berjalan optimal, BKD Diklat juga meminta sabarataan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar aktif melakukan pengawasan di instansi masing-masing.
Pimpinan SKPD diminta kada hanya mengingatkan, tetapi juga memberikan teguran kepada ASN yang belum mematuhi ketentuan penggunaan pakaian dinas wan atribut yang telah ditetapkan.
“Karena aturan ini sudah berjalan, maka pengawasan harus lebih diperketat. Jika ada ASN yang belum menjalankan, pimpinan wajib memberikan arahan hingga teguran,” tegasnya.
Kebijakan ini diharapkan kada hanya berdampak pada penampilan ASN, tetapi juga meningkatkan citra pelayanan publik di Banjarmasin yang lebih profesional, tertib, wan terpercaya di mata warga. (EPW/JCI).












